Mengenal Budidaya Tanaman Buah Dalam Pot (Tabulampot)

Tabulampot jeruk / Jualbenihmurah

Budidaya tanaman buah atau yang sering disingkat dengan “tabulampot” merupakan salah satu cara budidaya tanaman buah yang ditumbuhkan di dalam pot. Tanaman buah biasanya memiliki ukuran yang besar dan tinggi. Ini menjadi kendala tersendiri pagi orang yang ingin membudidayakan tanaman buah tetapi hanya memiliki lahan yang sempit. Oleh karena itu dibutuhkan suatu cara untuk mengatasi masalah tersebut yang salah satunya alah dengan budidaya cara tabulampot.

[Baca juga: Budidaya Anggrek, Keindahannya Menyimpan Potensi yang Luar Biasa]

Tabulampot memiliki kelebihan yang di antaranya bisa menjadi fungsi lain sebagai tanaman budidaya, akan tetapi juga bisa menjadi tanaman hias. Dengan sistem tabulampot tanaman akan mudah dipindah di tempat yang diinginkan tanpa merusak tanaman dan lebih bisa diatur masa berbunga dan berbuahnya. Akan tetapi cara budidaya ini membutuhkan keahlian khusus bagi pelaku terhadap jenis tanaman yang akan diaplikasikan, karena masing-masing tanaman memiliki karakteristik yang berbeda.

Tidak semua jenis tanaman buah bisa dibudidayakan dengan cara tabulampot. Terdapat beberapa jenis tanaman yang umum dijadikan tabulampot. Beberapa jenis tanaman buah yang dapat dikatakan mudah berbuah jika dilakukan dengan tabulampot, antara lain jeruk, sawo, belimbing, mangga, jambu air, jambu biji, dan kedondong. Namun juga tetap harus memperhatikan hal berikut untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.

Pemilihan Jenis Tanaman

Sebaiknya menggunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif. Hal ini karena tanaman akan memiliki sifat yang sama dengan induknya dan lebih cepat berbuah. Jenis tanaman yang dipilih juga harus sesuai dengan kondisi lingkungan, seperti iklim dan ketinggian tempat.

Pemilihan Pot

Pemilihan ukuran pot sebaiknya disesuaikan dengan ukuran bibit tanaman buah yang akan dibudidayakan. Jika bibit berukuran kecil, sebaiknya menggunakan pot yang kecil juga. Hal ini dilakukan karena menyangkut akan estetika, penggunaan ukuran pot yang bertahap, dan memudahkan dalam penggantian media tanam. Selain itu wadah atau pot yang digunakan harus memiliki kaki yang memisahkan dasar pot dengan tanah untuk keperluan drainase dan memudahkan pengawasan agar akar tanaman tidak menembus tanah.

Media Tanam

Media tanam harus terus mampu menyediakan unsur hara bagi tanaman. Media tanam bisa menggunakan campuran tanah, kompos, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Media tanam juga perlu diganti untuk memaksimalkan fungsinya. Pergantian dilakukan sekaligus dengan pemindahan tanaman ke pot yang berukuran lebih besar jika tanaman sudah dirasa kurang ruang geraknya.

Pemupukan

Media tanam dalam tabulampot memiliki kandungan hara yang terbatas. oleh sebab itu pemupukan menjadi hal yang elu diperhatikan. Waktu pemupukan disesuaikan dengan tahap pertumbuhan tanaman. Pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk organik yang lebih ramah lingkungan dan dapat merangsang aktivitas biologi dalam media tanam.

Pengendalian OPT

Jika tabulampot terserang oleh hama atau penyakit, langkah pertama yang dilakukan adalah diberantas secara manual, misalnya dengan mengambil ulat atau memangkas daun yang terkena penyakit. Selain itu pada saat tanaman sudah berbuah sebaiknya dilindungi atau dibungkus dengan plastik untuk mengurangi serangan OPT.

Pemangkasan

Pemangkasan penting dilakukan untuk mengoptimalkan perkembangan tanaman. Pemangkasan bisa dilakukan dengan membuang bagian yang dianggap merugikan, seperti daun, cabang, atau ranting yang terlalu banyak. Pemangkasan juga akan merangsang munculnya bunga jika tanaman sudah mulai menghasilkan.

Tabulampot merupakan salah satu solusi ketersediaan lahan di sekitar rumah yang terbatas namun ingin membudidayakan tanaman buah. Tabulampot memiliki fungsi lain, seperti menambah estetika pekarangan dan juga bisa digunakan menjadi lahan bisnis yang cukup menjanjikan.