Mengenal Cabai Pelangi dan Tips Budidayanya dalam Pot

Cabai pelangi merupakan salah satu jenis cabai yang bisa dibudidayakan dan juga sekaligus digunakan sebagai tanaman hias. Cabai ini juga sering disebut dengan rainbow papper. Penampilan fisik tanaman cabai pelangi hampir sama dengan jenis cabai pada umumnya, namun yang membuat unik dan bisa dijadikan tanaman hias adalah karena buahnya yang memiliki warna yang beragam. Tanaman ini biasanya dibudidayakan dalam pot dan diletakkan di pekarangan atau teras rumah.

[Baca juga: Cara Meningkatkan Hasil Panen Tanaman Cabai]

Jenis cabai pelangi ini ternyata mudah untuk dibudidayakan karena tidak membutuhkan perawatan khusus agar tanaman dapat berbuah warna-warni dan berjumlah banyak. Dalam keadaan lingkungan yang optimal cabai ini mampu berbuah sepanjang tahun. Tidak berbeda dengan cabai pada umumnya, buah cabai pelangi ini bisa untuk konsumsi dan juga terasa pedas walaupun tidak sepedas cabai rawit. Oleh karena itu kebanyakan orang masih memanfaatkan sebagai tanaman hias saja.

Pada akhir tahun 2016 lalu, guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Muhammad Syukur juga telah memperkenalkan cabai pelangi sebagai cabai varietas baru ini. Cabai dari IPB ini memiliki degradasi warna berbeda yang cocok untuk menjadi tanaman hias dan memiliki tingkat kepedasan di atas cabai pada umumnya. Untuk perawatannya sendiri, cabai ini tidak sesulit sama seperti cabai biasa. Tanaman ini mampu ditanam pada suhu ruangan berbeda dengan cabai lain yang harus ditanam di ruangan terbuka melalui media tanam pot dan tidak memerlukan sinar matahari langsung. Varietas cabai pelangi tersebut ada yang bernama Syakira, Lembayung, dan Jelita.

Tips Budidaya Cabai Pelangi

Penyemaian Benih

Benih cabai pelangi bisa didapatkan di toko pertanian serta bisa berasal dari biji buah cabainya dan sudah dikeringkan. Benih yang sudah siap di semai di media tanam dan bisa disiram 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Jangan sampai benih terendam dan sekitar satu minggu benih akan tumbuh.

Persiapan Pot dan Media Tanam

Pilih pot dengan ukuran sedang dan memiliki drainase yang bagus. Cabai pelangi dapat ditanam dengan media tanam biasa, yaitu campuran tanah dan pupuk kandang. Kemudian bisa tambahkan pupuk AB-MIX untuk menunjang pertumbuhannya.

Penanaman

Penanaman dilakukan apabila tempat menyemai benih dilakukan di tempat yang berbeda. Penanaman atau pemindahan benih yang sudah menjadi bibit ini dilakukan saat bibit sudah memiliki daun sejati atau memiliki daun sekitar 6-8 helai. Lakukan dengan hati-hati tanpa merusak akar tanaman dengan cara ikut memindahkan tanah yang menyatu dengan akar.

Pemangkasan

Pemangkasan bisa dilakukan setelah panen dengan memotong pada bagian ranting atau daun yang sudah tua. Daun tua memiliki ciri fisik berwarna hijau pekat dan bertekstur keras. Potong bagian ranting atau daun tua menggunakan gunting dengan posisi menyamping. Untuk mendapatkan hasil maksimal potong bagian ranting yang dekat dengan daun (sekitar lokasi pemotongan masih memiliki daun). Daun tua atau ranting yang sudah dipotong akan bisa tumbuh dan mengeluarkan bunga kembali dalam waktu 1 bulan.

Pemanenan

Cabai pelangi akan mulai muncul buah setelah berumur sekitar 3 bulan setelah penanaman. Buah cabai pelangi pada umumnya akan berwarna ungu, kuning, oranye, dan lama-kelamaan akan berwarna merah saat masak. Warna-warna tersebut menunjukkan tingkat kematangan cabai sehingga dalam satu tanaman cabai akan memiliki banyak buah yang tahap kematangannya berbeda dan terlihat cantik berwarna-warni seperti pelangi.

 


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Arinda Dwi Yonida

Editor - Mahasiswa Agribisnis UGM - arinda@farming.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published.