Mengenal Ciri Ikan Segar Bermutu Bagus

Permintaan konsumsi ikan saat ini kian tahun kian meningkat sesuai dengan peningkatan pengetahuan gizi makanan yang baik dikonsumsi pada kalangan masyarakat dunia. Gizi ikan telah dikenal banyak kalangan, yang paling tinggi komponen pada ikan, yaitu protein. Sehingga ikan berperan untuk meningkatkan gizi terutama protein, selain itu produksi ikan juga dapat menambah devisa negara dengan ekspor ikan segar, beku ataupun olahan.

[Baca juga: eFishery, Inovasi Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis]

Pada produksi ikan pascapanen diperlukan pengendalian mutu ikan agar tetap bagus. Ikan memiliki kelemahan yang sangat riskan setelah mereka ditangkap atau dipanen. Kelemahan ikan setelah ditangkap atau dipanen yaitu sebagai berikut :

  1. Ikan memiliki kadar air yang tinggi di dalam tubuhnya. Sehingga jika ikan sudah mati, kadar air yang tinggi ini menyebabkan mudahnya mikroorganisme untuk tumbuh berkembang pada ikan sehingga dapat menyebabkan kerusakan komponen pada ikan.
  2. Daya simpan ikan setelah dipanen atau ditangkap sangat pendek sehingga diperlukan penanganan pasca panen seperti diolah atau dibekukan untuk meningkatkan daya simpan ikan.
  3. Mudah mengalami penurunan kualitas seperti warna, bau, tekstur, dan rasa.

Penjualan ikan di pasaran sangatlah besar, kita dapat menemui berbagai jenis ikan di pasar tradisional maupun modern. Bagi beberapa orang lebih memilih ikan segar dibanding dengan ikan yang sudah dibekukan atau dalam bentuk lain. Alasan utama mengapa banyak orang memilih ikan segar karena rasa daging yang lebih enak dibanding ikan dalam bentuk lain. Oleh karena itu khalayak luas, terutama ibu rumah tangga harus mengetahui ciri-ciri ikan segar dan tidak segar, sehingga dapat memperoleh ikan segar dengan kualitas baik untuk dikonsumsi keluarga. Berikut ciri-ciri ikan segar dan tidak segar :

Ikan segar

ikan dalam kondisi segar
  1. Ikan segar akan tampak lebih cerah, terang, mengkilat, lapisan lendir pada tubuh ikan jernih, transparan, dan belum ada perubahan warna.
  2. Mata ikan segar masih tampak lebih cerah dan kondisinya masih menonjol keluar.
  3. Insang ikan segar masih dalam kondisi dengan warna merah cerah.
  4. Sisik ikan segar masih tampak cerah dan melekat.
  5. Aroma ikan segar masih segar dan normal.
  6. Daging ikan segar lebih kenyal.

Ikan tidak segar

ikan dalam kondisi tidak segar
  1. Ikan tidak segar tampak lebih kusam, lendir pada tubuhnya mulai mengental, menggumpal, dan berubah warna menjadi kekuningan.
  2. Mata ikan tidak segar akan tampak cekung dan masuk ke dalam rongga mata.
  3. Insang ikan tidak segar akan berwarna merah gelap kecoklatan.
  4. Sisik ikan tidak segar akan rontok jika dipegang dan berwarna kusam.
  5. Aroma ikan tidak segar begitu busuk menyengat dan asam.
  6. Daging ikan tidak segar akan mulai melunak dan tidak kenyal lagi.

Kondisi ikan sangat bergantung pada bagaimana penanganan yang dilakukan setelah ikan ditangkap atau dipanen. Sehingga untuk beberapa ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti gurame, kerapu, dan lobster lebih sangat baik apabila dipasarkan atau dijual dalam kondisi masih hidup dikarenakan ikan hidup memiliki tingkat kesegaran yang lebih tinggi dibanding dengan ikan yang sudah lama mati. Kondisi ikan mati kian hari akan mengalami penurunan mutu, fisiknya maupun komponen gizi yang terkandung dalam tubuh ikan tersebut.

kelayakan ikan segar untuk dikonsumsi pada hari dan suhu penyimpanan

Kesegaran ikan sangat rentan oleh perubahan suhu. Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa ikan segar akan berada pada batas ambang layak makan yang lebih mengarah pada tidak layak makan di hari pertama dalam kondisi suhu 30°C. Sedangkan pada hari-hari berikutnya, ikan segar akan tidak layak makan walaupun itu pada suhu rendah mencapai 0°C. Sehingga untuk memperoleh ikan segar adalah dimana tepat ikan itu setelah ditangkap atau dipanen. Maka dari itu, penjualan ikan segar akan sangat baik jika ikan masih dalam kondisi hidup dibanding yang sudah mati.

YANG TIDAK MAKAN IKAN, SAYA TENGGELAMKAN

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti

 


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Fantria Imrantika

Student of Fisheries Resources Management at Universitas Gadjah Mada.

Leave a Reply

Your email address will not be published.