Mengenal Jenis Bawang yang Banyak Dibudidayakan di Indonesia

Bawang merupakan salah satu jenis sayuran semusim yang termasuk genus Allium atau umbi lapis dan banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, bukan hanya di Indonesia tetapi juga seluruh dunia. Di Indonesia bawang tumbuh subur di pulau Jawa, seperti daerah Brebes yang menjadi sentra bawang merah.

[Baca juga: Tantangan dan Prospek Budidaya Bawang Merang]

Terdapat 4 jenis bawang yang banyak dibudidayakan di Indonesia, yaitu bawang merah, bawang putih, bawang bombay dan bawang daun. Bawang menjadi salah satu komoditas pertanian strategis Indonesia yang menjadi fokus pengembangan produksinya. Berikut adalah ulasan tentang 4 jenis bawang yang banyak dibudidayakan di Indonesia.

Bawang Merah (Allium ascolonicum L.)

Bawang merah merupakan sayuran semusim, berumur pendek, dan dapat diperbanyak secara vegetatif menggunakan umbi maupun generatif dengan biji. Pada umumnya bawang merah dikonsumsi setiap hari sebagai bumbu masakan, dan juga dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan suhu tumbuh orang sakit.

Tanaman bawang merah cocok tumbuh di dataran rendah sampai tinggi 0-1000 m dpl dengan ketinggian optimal 0-450 m dpl. Tanaman bawang merah membutuhkan air yang cukup banyak selama  pertumbuhan dan pembentukan umbi, terutama pada musim kemarau. Panen bawang merah dilakukan setelah umurnya cukup tua, biasanya pada umur 60–70 hari dengan tanda-tanda berupa leher batang 60% lunak, tanaman rebah dan daun menguning. Ada beberapa jenis varietas bawang merah yang sudah dikembangkan, seperti Bima Brebes, Katumi, Trisula, Pikatan, Pancasona, dan Mentes.

Bawang Putih (Allium sativum)

Bawang putih merupakan salah satu bumbu masakan yang paling populer digunakan. Bawang putih tidak kalah populer dibanding bawang merah. Bawang putih juga diyakini dapat dimanfaatkan sebagai obat tekanan darah tinggi, reumatik, sakit gigi, dan luka gigitan ular.

Tanaman bawang putih dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. Namun, tanah yang disukai adalah tipe tanah yang bertekstur lempung berpasir dengan struktur tanah gembur. Penanaman baik dilakukan jika menggunakan bedengan dan pengairan yang cukup. Panen bawang putih tergantung pada varietasnya, yaitu antara umur 90-120 hari. Terdapat beberapa jenis varietas bawang putih, seperti Lumbu Putih, Lumbu Kuning, dan Lumbu Hijau.

Bawang Bombay (Allium cepa)

Bawang bombay merupakan salah satu jenis bawang yang juga biasa digunakan untuk bumbu dan juga bahan masakan. Bawang ini memiliki bentuk bulat besar dan berdaging tebal. Di Indonesia, bawang bombay banyak ditemukan di daerah Tanah Karo, Sumatera Utara.

Bawang bombay memiliki aroma yang khas bila dibanding dengan bawang merah biasa, umbinya terbentuk dari lapisan-lapisan daun yang membesar dan bersatu. Varietas bawang bombay yang ditanam di Indonesia cukup banyak macamnya, tetapi umurnya produksi varietas tersebut masih rendah atau kurang dari 10 ton/ha. Terdapat beberapa varietas bawang bombay, seperti Yellow Granex, Grano, Red Creole, dan Zittauer.

Bawang Daun (Allium fistulosum)

Bawang daun yang memiliki aroma dan rasa yang khas juga banyak digunakan untuk campuran masakan dan juga banyak dibutuhkan oleh perusahan produsen mie instan. Meskipun digunakan dalam jumlah kecil, daun bawang merupakan sayuran yang kaya vitamin dan mineral. Daun bawang biasanya digunakan dalam bentuk segar.

Bawang daun cocok tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian 250-1500 m dpl, meskipun di dataran rendah anakan bawang daun tidak terlalu banyak. Penanaman bawang daun dapat berasal dari biji atau dari tunas anakan. Tanaman bawang daun mulai dapat dipanen pada umur 2 bulan setelah tanam. Potensi hasilnya berkisar antara 7-15 ton/ha. Pemanenan dilakukan dengan mencabut seluruh bagian tanaman termasuk akar, buang akar, dan daun yang busuk atau layu.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Arinda Dwi Yonida

Editor - Mahasiswa Agribisnis UGM - arinda@farming.id.