Mengenal Lamun dan Fungsinya

Lamun (seagrass) / WWF

Lamun atau secara internasional dikenal sebagai seagrass, merupakan tumbuhan tingkat tinggi dan berbunga (Angiospermae) yang sudah sepenuhnya menyesuaikan diri hidup terbenam di dalam laut dangkal. Keberadaan bunga dan buah ini adalah faktor utama yang membedakan lamun dengan jenis tumbuhan laut lainnya, seperti rumput laut (seaweed). Hamparan lamun sebagai ekosistem utama pada suatu kawasan pesisir disebut sebagai padang lamun (seagrass bed).

[Baca juga: Silvofishery, Pemanfaatan Kawasan Mangrove Berbasis Konservasi]

Lamun atau seagrass merupakan tumbuhan berbunga yang sepenuhnya menyesuaikan diri dengan hidup terbenam dalam laut. Tumbuhan ini terdiri dari rhizome (rimpang), daun, dan akar. Rhizome merupakan batang yang terbenam dan merayap secara mendatar, serta berbuku-buku. Pada buku-buku tersebut tumbuh batang pendek yang tegak ke atas, berdaun dan berbunga, serta tumbuh akar. Dengan rhizome dan akar inilah tumbuhan tersebut menampakkan diri dengan kokoh di dasar laut sehingga tahan terhadap hempasan ombak dan arus.

Lamun sebagian besar berumah dua, yaitu dalam satu tumbuhan hanya ada satu bunga jantan saja atau satu bunga betina saja. Sistem pembiakan bersifat khas karena mampu melakukan penyerbukan di dalam air (hydrophilous pollination) dan buahnya juga terbenam di dalam air.

Lamun tumbuh subur terutama di daerah pasang surut terbuka serta perairan pantai yang dasarnya berupa lumpur, pasir, kerikil, dan patahan dengan karang mati dengan kedalaman 4 m. Dalam perairan yang sangat jernih, beberapa jenis lamun bahkan di temukan tumbuh sampai kedalaman 8-15 m dan 40 m. Tumbuhan ini memiliki beberapa sifat yang memungkinkan hidup di lingkungan laut, yaitu mempunyai sistem perakaran jangkar yang berkembang dengan baik, mempunyai kemampuan untuk berkembang biak secara generatif dalam keadaan terbenam, dan dapat berkompetisi dengan organisme lain dalam keadaan stabil ataupun tidak stabil pada lingkungan laut.

Di seluruh dunia telah di identifikasi terdapat 60 jenis lamun, 13 di antaranya di temukan di Indonesia. Kerapatan jenis lamun di pengaruhi faktor tempat tumbuh dari lamun tersebut. Beberapa faktor yang mempengaruhi kerapatan jenis lamun di antaranya adalah kedalaman, kecerahan, dan tipe substrat. Lamun tumbuh pada daerah yang lebih dalam dan jernih memiliki kerapatan jenis lebih tinggi daripada lamun yang tumbuh di daerah dangkal dan keruh. Lamun berada pada substrat lumpur dan pasir kerapatannya akan lebih tinggi daripada lamun yang tumbuh pada substrat karang mati.

Lamun memiliki fungsi yang sangat penting untuk kehidupan ekosistem laut ataupun kesejahteraan manusia. Fungsi dari lamun dapat dilihat dari sudut pandang ekologis dan ekonomis.

Fungsi dari Lamun

  1. sumber makanan bagi organisme dalam bentuk detritus,
  2. penstabil dasar perairan dengan sistem perakarannya yang dapat menangkap sediment (trapping sediment),
  3. tempat berlindung bagi biota laut,
  4. tempat perkembangbiakan (spawning ground), pengasuhan (nursery ground), serta sumber makanan (feeding ground) bagi biota-biota perairan laut,
  5. pelindung pantai dengan cara meredam arus,
  6. penghasil oksigen dan mereduksi CO2 di dasar perairan,
  7. sebagai daerah tangkapan ikan,
  8. sebagai bahan kerajinan,
  9. sebagai bahan obat-obatan.

Padang lamun banyak di huni oleh ikan-ikan baik tinggal menetap, sementara maupun hanya berkunjung untuk mencari makan atau berlindung diri dari predator. Peranan lamun begitu besar namun sering kali ekosistem ini kurang mendapat perhatian. Namun demikian padang lamun merupakan ekosistem yang rentan (fragile ecosystem). Berbagai aktivitas manusia dan industri memberi dampak terhadap ekosistem padang lamun, baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa kegiatan berupa pembersihan atau pemanenan padang lamun yang dilakukan untuk tujuan tertentu, masuknya sedimen atau limbah dari daratan, maupun pencemaran minyak, dapat merusak padang lamun. Kerusakan juga dapat ditimbulkan oleh baling-baling perahu ataupun peletakan jangkar kapal, dan hal ini merupakan penyebab yang sangat umum dijumpai di berbagai pantai.