Mengenal Melon dan Cara Budidayanya

Melon / Tokopedia

Sebelum memulai menanam ada baiknya kita kenali morfologi dan syarat tumbuh tanaman melon terlebih dahulu. Secara umum melon (Cucumis melo L.) memiliki akar yang menyebar, batang yang lunak, berbuku-buku dan berpilin, serta daun berwarna hijau dengan permukaan yang kasar. Tinggi tanaman melon dapat mencapai 3 meter dengan bantuan penyangga atau ajir.

[Baca juga: Ciplukan Ternyata Berpotensi dan Mudah Dibudidayakan]

Tanaman melon membutuhkan penyinaran cahaya matahari penuh semasa pertumbuhannya, toleran dengan suhu sekitar 25–30 oC, dan dapat tumbuh dengan cukup baik pada ketinggian 300–900 mdpl. Tanah yang baik untuk budidaya tanaman melon ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik untuk memudahkan akar tanaman melon berkembang, serta dengan pH tanah sekitar 5,8–7,2 dan membutuhkan air yang cukup banyak.

Tahapan Budidaya Melon

  1. Pembibitan

Pemilihan benih dengan varietas unggul sangat diperlukan. Varietas yang dapat digunakan antara lain Orange, M10 atau Eksen. Pilih varietas dengan kelebihan tertentu sesuai keinginan. Misalkan benih M10 memiliki kelebihan yaitu tahan jamur dan mampu membentuk net pada tanaman melon sehingga tanaman melon menjadi lebih manis.

Benih direndam selama 4-8 jam, kemudian diperam selama kurang lebih 30 jam hingga muncul akar kemudian benih ditanam pada plastik berisi tanah yang dicampur pupuk atau kompos hingga menjadi bibit dengan 4-5 helai daun atau sudah berumur 10-12 hari. Bibit melon tersebut sudah dapat dipindah ke lahan tanam. Pada saat pembibitan dapat diberikan pupuk daun dan pemeliharaan seperti penyiraman dan penyiangan.

  1. Pengolahan Media Tanam

Dilakukan penggemburan dengan membalik tanah pada lahan yang akan dipergunakan untuk budidaya tanaman melon. Tanah yang sebelumnya digunakan sebagai persawahan baik digunakan karena memiliki kadar air yang cukup banyak. Setelah dibajak sambil diberi pupuk kandang, lahan dibuat bedengan untuk tanam kemudian ditaburkan pupuk kandang dicampur pupuk kimia seperti Urea, SP-36, dan KCl.

  1. Penanaman

Bedengan ditutup dengan mulsa warna hitam perak dan diberi lubang tanam. Setiap lubang ditanam satu bibit tanaman melon. Dalam setiap bedengan terdapat dua baris lubang tanam dengan jarak antar baris 60 cm dan jarak antar lubang dalam satu baris 50-60 cm. Setelah itu bibit disiram agar tidak layu.

  1. Pemeliharaan Tanaman

Kegiatan pemeliharaan antara lain melakukan penyiraman secara rutin, penyulaman, penyiangan, pemupukan, pemberian ajir, dan mengendalikan hama penyakit. Pemangkasan dilakukan pada tunas-tunas baru tumbuh. Jika sudah berbuah lakukan seleksi buah yang akan ditinggal sampai panen sebanyak satu atau dua buah.

Pemupukan dilakukan setiap minggu, pupuk yang digunakan adalah NPK, dan KCl yang dilarutkan menggunakan air agar pupuk mudah diserap oleh tanaman melon. Dapat digunakan pemupukan dengan dosis sebagai berikut; Pemupukan pada minggu pertama memiliki dosis 1 gram/tanaman, pada minggu kedua sebesar 2 gram/tanaman, minggu ketiga sebesar 2 gram/tanaman, minggu keempat sebesar 4 gram/tanaman dan minggu kelima sebesar 4 gram/tanaman.

  1. Hama dan Penyakit

Hama yang biasa menyerang budidaya melon antara lain kutu daun, lalat buah, ulat daun, thrips, dan tungau. Sedangkan penyakit yang menyerang antara lain antraknosa, busuk buah, busuk batang, dan mosaik. Untuk menghindari serangan hama dan penyakit lakukan kultur teknis seperti rotasi tanaman, pemupukan berimbang, dan menjaga sanitasi kebun. Bila hama dan penyakit telah menyerang semprot dengan pestisida yang cocok.

  1. Panen

Periode panen adalah sekali dalam setiap musim panen. Tanaman melon yang sudah siap panen berusia 60-70 hari dan memiliki ciri-ciri di bagian pangkal batang tanaman melon ada retakan yang mengindikasikan bahwa melon tersebut sudah matang. Ciri lain ialah kulit melon yang berubah warna menjadi kekuning-kuningan, buah juga memiliki tekstur yang agak lunak ketika ditekan. Melon dipanen dengan cara memotong tangkai buah.

Itulah tahapan budidaya yang pada umumnya diterapkan petani Yogyakarta mulai dari pemilihan bibit, pengolahan lahan, pemeliharaan yang terdiri dari penyiraman, pemangkasan, pemberian ajir, pemupukan, pengendalian hama penyakit, hingga akhirnya memasuki waktu panen.