Mengenal Tanaman Okra dan Berbagai Manfaatnya

Okra (Abelmoschus esculentus (L.) Moench) adalah tanaman yang berasal dari Benua Afrika yang buahnya banyak dikonsumsi sebagai sayur dan obat. Tanaman okra juga dikenal dengan nama lady’s finger (Thailand), okura (Jepang), kacang bendi (Melayu), dan okro atau gumbo (Jawa).

[Baca juga: Manfaat Biji Kakao dan Pengolahannya Menjadi Cokelat]

Pusat penanaman okra berada di India, Afrika Barat, dan Amerika Latin, namun juga dikenal luas di Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Di Indonesia, okra sudah dibudidayakan sebagai sayuran sejak tahun 1877 di Kalimantan Barat. Terdapat dua kelompok varietas okra, yaitu okra hijau dan okra merah. Varietas okra sudah banyak dibudidayakan baik di Indonesia maupun luar negeri diantaranya adalah Green Star, Green Finger, Clemson Spineless, dan Perkins Dwarf.

Buah Okra Merah dan Hijau / Flickr

Botani Tanaman Okra

Okra merupakan tanaman tahunan dengan sistem perakaran tunggang yang dalam. Batangnya tegak, dapat tumbuh mencapai 0,5-4 meter dan bercabang, agak berkayu, dan berwarna hijau kemerahan. Daun berselang-seling, menjari, berambut, dan berwarna hijau tua. Bunga okra memiliki diameter 4-8 cm dengan 5 kelopak berwarna putih kekuningan, kadang ada bercak merah atau ungu pada dasar kelopak.

Bunga Okra / Pixabay

Tipe bunga okra adalah menyerbuk sendiri dan akan layu sehari setelah penyerbukan. Bunga akan muncul 1-2 bulan setelah tanam dan tumbuh terus menerus. Buah berbentuk kapsul, silindris, ujung meruncing agak piramid, dan panjangnya mencapai 18 cm. Buah akan tumbuh cepat dan ukurannya meningkat 4-6 hari setelah penyerbukan. Buah muda berwarna hijau atau ungu dan berwarna kecoklatan saat sudah matang. Buah okra dipanen muda agar banyak mengandung lendir dan serat. Biji berbentuk bundar dan berwarna kehitaman dengan diameter 3-6 mm. Okra diperbanyak menggunakan biji yang tumbuh berkisar 90-100 hari.

Manfaat Okra

Bagian tanaman okra yang dimanfaatkan adalah daun, buah (polong), dan biji. Buah muda menjadi hasil ekonomi yang paling banyak dimanfaatkan dan dapat dikonsumsi saat masih segar. Buah okra yang masih muda biasa dikonsumsi sebagai sayur, dapat juga digoreng atau dikeringkan dan dibuat tepung untuk digunakan sebagai penyedap rasa. Agar menjaga nilai gizi dari okra, sebaiknya okra tidak dimasak.

Olahan okra / Pexels

Serat okra merah lebih banyak, akan tetapi kandungan flavonoidnya lebih rendah (0,88%) dibanding okra hijau (1-3%). Serat pada buah okra dapat menurunkan kadar gula darah dan kolesterol, mengatasi konstipasi dan mencegah kanker usus dan mencegah radikal bebas. Okra juga dapat membantu pemulihan kondisi psikologis dari gelisah dan depresi. Lendir yang terkandung di dalam buahnya dapat membersihkan toksik dan kolesterol yang terdapat dalam liver. Lendir buah okra juga digunakan untuk keperluan industri kertas dan makanan, juga di bidang medis sebagai pengganti plasma darah.

Daun okra dapat dimanfaatkan untuk pakan hijau ternak, namun jarang digunakan. Tunas daun dan bunga okra juga dapat dimakan. Penelitian mengenai ekstrak alkohol dari daun okra dapat mengurangi radikal bebas, mengobati penyakit ginjal dan saluran pencernaan, mengurangi proteinuria serta memperbaiki fungsi ginjal. Biji okra mengandung 20% protein and 20% minyak. Biji yang digunakan sebagai benih adalah biji dari buah yang kering di pohon. Biji okra dapat dikeringkan atau dipanggang untuk diseduh sebagai pengganti kopi.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Fridia Nur Sofiarani

Mahasiswi Agronomi Universitas Gadjah Mada - freelance content writer