Mengenal Pakan Buatan Ikan Budidaya

Pakan buatan ikan budidaya / kkp

Saat ini perkembangan budidaya ikan cukup pesat guna memenuhi kebutuhan dari meningkatnya permintaan konsumsi ikan. Sistem budidaya yang dipakai oleh kebanyakan pengusaha ikan adalah sistem budidaya intensif, yaitu sistem budidaya ikan dengan padat penebaran yang tinggi untuk memperoleh jumlah produksi yang tinggi pula. Pada budidaya intensif, pakan buatan sangat berperan penting untuk proses produksi dimana pakan buatan tersebut menjadi hal yang penting untuk memenuhi kebutuhan ikan dalam pertumbuhan. Sehingga pengadaan pakan buatan yang baik dalam budidaya menjadi lebih penting untuk memaksimalkan tingkat konsumsi ikan.

[Baca juga: Efisiensi Pakan Budidaya Ikan dengan Biofloc]

Budidaya intensif dengan populasi ikan yang padat / Pinterest

Pakan buatan merupakan pakan yang dibuat dari formulasi tertentu berdasarkan berbagai pertimbangan dalam pembuatannya. Pertimbangan tersebut didasarkan pada kebutuhan nutrisi ikan, kualitas bahan baku pakan, dan nilai ekonomisnya. Selain itu yang paling penting adalah pakan buatan tersebut akan disukai ikan, tidak mudah hancur dalam air, dan aman bagi ikan untuk menjaga kualitas ikan tetap baik.

Pakan buatan dalam budidaya dibagi atas dua kelompok, yaitu pakan utama dan pakan suplemen. Pakan utama adalah pakan yang dibuat untuk menggantikan sebagian atau keseluruhan pakan alami sehingga nutrisi dalam pakan utama harus memenuhi kebutuhan ikan. Pakan suplemen adalah pakan tambahan yang dibuat untuk melengkapi nutrisi yang dibutuhkan ikan.

Dalam pembuatan pakan buatan, bahan pakan dapat berasal dari hewan atau tumbuhan dimana bentuk pakan berupa butiran, tepung, cairan, atau lembaran. Berikut penjelasan bahan pakan pada pakan buatan:

  1. Bahan pakan nabati berasal dari jagung, sorgum, dedak, bekatul, tepung kedelai, bungkil kedelai, gaplek, tepung daun ubi kayu, kacang tanah, bungkil kacang tanah, tepung daun lamtoro, bungkil kelapa dan lain-lain. Jenis bahan pakan buatan yang paling sering dipakai yaitu dari kedelai. Tepung kedelai memiliki profil asam amino (AA) terbaik.
  2. Bahan pakan hewani berasal dari tepung ikan, tepung tulang, tepung udang, tepung kepala udang, tepung daging-tulang, tepung darah, tepung daging bekicot, tepung bulu ayam, tepung cumi-cumi dan lain-lain. Jenis bahan hewani pada pakan yang paling sering dipakai yaitu tepung ikan karena memiliki kandungan protein yang besar untuk kebutuhan nutrisi ikan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengenal dan memilih pakan untuk ikan yaitu:

  1. Kandungan nutrisi pada pakan terutama protein yang dibutuhkan dalam jumlah besar untuk kebutuhan ikan.
  2. Jumlah energi pada pakan yang dapat dimanfaatkan oleh ikan.
  3. Kecernaan pakan tersebut bagi ikan.
  4. Ada tidaknya zat antinutrien atau antitoksik pada pakan.
  5. Ekonomis tidaknya harga pakan.

Dalam penggunaan pakan buatan masih menimbulkan permasalahan yang masih sering terjadi, baik masalah teknis, kesehatan, maupun ekonomis. Teknis dalam pembuatan dan penggunaan pakan buatan juga perlu diperhatikan seperti pemilihan bahan baku, pembuatan formulasi, pencetakan, penjemuran, dan penyimpanan pakan buatan memerlukan perhatian khusus. Selain itu penggunaan pakan buatan juga menimbulkan masalah pada kualitas air. Sisa pakan, pakan yang tidak dicerna atau pakan yang sebagian dicerna, akan mengendap bersama feses di dasar kolam. Hal tersebut akan menimbulkan penurunan kualitas air seperti menurunkan kadar oksigen dalam perairan dan menimbulkan amonia yang merupakan senyawa toksin bagi ikan.

Namun saat ini sudah banyak teknologi yang berkembang untuk mengembangkan pakan buatan menjadi lebih efektif, aman, dan efisien. Teknik yang digunakan dalam pembuatan pakan bagi ikan sudah mulai dikembangkan seperti teknik ekstrusi, fermentasi, dan probiotik yang kemudian diharapkan dapat menghasilkan pakan yang baik, berkualitas, dan ekonomis. Dengan demikian mampu meningkatkan produktivitas panen yang kelak akan dihasilkan.