Menengok Pengelolaan Sektor Perikanan Norwegia sebagai Negara Maritim Dunia

Norwegia merupakan salah satu negara yang terletak di benua Eropa dengan garis pantai kurang lebih 83.000 km yang juga dikenal sebagai negara terdepan terkait dengan produksi perikanan tangkap dan budidaya ikan laut. Sektor perikanan menjadi pokok penghasilan utama di sepanjang pantai (daerah pesisir) Norwegia yang berperan dalam ekonomi dan sosial secara regional maupun nasional, sehingga Norwegia juga dikenal sebagai salah satu negara maritim dunia.

[Baca juga: Ancaman Ekosistem pada Perburuan Predator ]

Sumber daya perikanan Norwegia yang menjadi komoditas ekspor utama adalah ikan salmon, ikan makarel, dan ikan cod. Dalam memenuhi permintaan ekspor ikan – ikan tersebut, Norwegia memiliki armada kapal penangkapan yang cukup besar dan telah berhasil mengembangkan budidaya ikan salmon di lautan zona offshore. Budidaya ikan laut di Norwegia sebagian merupakan industri yang modern dan saat ini sudah sangat kompetitif karena perkembangan teknologi budidaya ikan laut di negara tersebut semakin meningkat.

Akuakultur di Norwegia telah berhasil memberikan dampak besar terhadap peningkatan volume ekspor ikan negara tersebut, selain itu juga memberikan peningkatan nilai ekspor sebesar 8.3 milyar USD pada tahun 2017 untuk nilai ekspor komoditas Salmon dan Trout berdasarkan data EY Norwegian Aquaculture Analysis 2017. Hal tersebut menjadikan Norwegia sebagai eksportir ikan dan produk ikan terbesar kedua di dunia berdasarkan nilai ekspornya. Pasar utama Norwegia yang memiliki nilai ekspor terbesar adalah dari Uni Eropa, Rusia, Jepang, Cina, Ukraina dan Amerika Serikat.

Perkembangan produksi sektor perikanan Norwegia yang menghasilkan nilai besar tersebut, selain karena adanya potensi perikanan wilayah perairan Norwegia, adalah didukung juga oleh adanya keberhasilan sistem pengelolaan sektor perikanan yang baik. Dalam pengelolaan perikanan, Norwegia sangat mementingkan pengelolaan perikanan dan akuakultur secara keberlanjutan dan ramah lingkungan berdasarkan pengetahuan dan pemahaman menyeluruh dari pengalaman dinamika sektor perikanan Norwegia. Norwegia memiliki lebih dari seratus tahun pengalaman dalam pengelolaan dan penelitian terkait kelautan melalui Direktorat Perikanan dan Institut Penelitian Kelautan yang telah didirikan sejak tahun 1900. Pada tahun 1946, Norwegia menjadi negara pertama di dunia yang telah mendirikan Kementerian Perikanan. Saat ini pengelolaan sumber daya perikanan Norwegia menjadi tanggung jawab Kementerian Perikanan dan Pesisir Pantai.

Prinsip Pengelolaan

Prinsip dasar pengelolaan sumber daya perikanan di Norwegia adalah fokus pada “penggunaan yang berkelanjutan”. Hal tersebut bermaksud pada menggunakan sumber daya perikanan untuk memenuhi kebutuhan sendiri tanpa mempengaruhi ketersediaan kebutuhan sumber daya perikanan untuk generasi mendatang. Oleh kemudian itu, sistem pengelolaan perikanan Norwegia adalah menggunakan pendekatan berbasis ekosistem yang bertujuan untuk menjaga ketersediaan stok sumber daya ikan di laut. Salah satu tindakan yang dilakukan Norwegia guna merealisasikan pendekatan tersebut adalah memperangi tindak penangkapan IUU (Illegal, Unreported, Unregulated) didalamnya termasuk menanggulangi penangkapan ikan secara illegal, trans-shipment di laut, pemalsuan data ikan, pendaratan rahasia, dan lain sebagainya. Selain itu juga pemerintahan Norwegia mengatur kegiatan perikanan komersial dengan memberikan kebijakan dengan sistem kuota dan perizinan,

Dalam pengelolaan sistem kuota dan perizinan armada penangkapan di Norwegia diatur sesuai dengan besarnya armada kapal. Armada kapal dibagi dalam kategori administratif pesisir dan lepas pantai. Pada kategori pesisir dibagi menjadi armada kapal dengan panjang 15 – 28 meter dan kapal dengan panjang dibawah 15 meter. Armada pesisir umumnya menargetkan ikan – ikan demersal. Sedangkan untuk kategori lepas pantai dibagi menjadi 4 segmen industri yaitu kapal purse seine, kapal pukat, kapan long line, dan kapal trawl untuk cod dan udang.  

Penangkapan ikan nelayan Norwegia / Youtube

Pengelolaan sektor perikanan di Norwegia dinilai dapat dijadikan sebagai contoh dalam menerapkan sistem pengelolaan perikanan dengan pendekatan berbasis ekosistem. Selain mengelola ketersediaan stok ikan dengan sistem kuota dan perizinan, Norwegia juga telah berhasil mengembangkan budidaya ikan salmon di zona off shore dan akan terus mengembangkan sistem budidaya ikan dengan melakukan banyak penelitian – penelitian ilmiah demi sumber daya perikanan berkelanjutan dan ramah lingkungan agar generasi mendatang juga tetap dapat memanfaatkan sumber daya perikanan di perairan laut Norwegia.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Fantria Imrantika

Student of Fisheries Resources Management at Universitas Gadjah Mada.