Mengetahui Potensi Bawal Bintang dan Tips Budidayanya

Ikan bawal bintang / Fishbase

Bawal bintang atau umum dikenal dengan ikan kuwe merupakan komoditas ikan dari filum chordata dengan nama ilmiahnya yaitu Trachinotus blochii dan dikenal dengan nama Pompanoo silver dalam bahasa Inggris. Ciri khas yang dimiliki filum chordata pada bawal bintang ini adalah memiliki tali syaraf berbentuk tabung, tunggal, dan terletak di punggung, celah insang dalam faring dan sebuah notokorda. Bawal bintang memiliki tubuh pipih, sirip punggung dan sirip dada yang panjang serta panjang tubuhnya rata – rata mencapai ukuran 65 cm.

[Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Lobster dan Karakteristiknya]

Habitat bawal bintang adalah perairan sekitar pantai, teluk, dan daerah sekitar terumbu karang. Penyebaran bawal bintang cukup luas, yaitu dimulai dari perairan Laut Indo-Pasifik, Laut Merah, dan perairan Afrika Timur ke Kepulauan Marshall dan Samoa, kemudian ke utara dan selatan Jepang hingga Australia. Pada saat juvenil, bawal bintang akan hidup di perairan dengan substrat lumpur atau pasir yaitu sekitar perairan ekosistem lamun yang kemudian saat dewasa, bawal bintang akan berada pada perairan ekosistem terumbu karang. Bawal bintang mampu hidup pada kedalaman hingga kurang lebih 7 meter di bawah permukaan air laut.

Bawal bintang merupakan ikan perenang aktif yang tergolong dalam ikan karnivor (predator) yang memangsa ikan kecil, udang dan binatang air lainnya.

Ikan ini sudah banyak dibudidayakan karena memiliki pangsa pasar yang cukup tinggi terutama negara – negara maju seperti Singapura, Taiwan, Hong Kong, dan China. Ikan ini memiliki daya adaptasi yang cukup tinggi terutama terhadap salinitas, pertumbuhan pesat dan lebih tahan terhadap penyakit sehingga mudah dibudidayakan. Harga pasar bawal bintang di Indonesia bisa mencapai 60 ribu rupiah per kg, ini merupakan nilai jual yang cukup tinggi di pangsa pasar.

Bawal Bintang merupakan salah satu jenis ikan air laut yang memiliki kandungan omega 3 sangat tinggi. Didalamnya terdapat DHA (Docosahexaenoic Acid) sebesar 2.560 mg/100 gr dan EPA (Eicosapentaenoic acid) sebesar 390 mg/100 gr. Mengingat kandungan gizinya yang tinggi, maka sangat mungkin jika ikan ini sangat diminati di pasar lokal maupun internasional.

Kegiatan Budidaya

Pertumbuhan ikan bawal bintang ini akan maksimal pada perairan yang memiliki parameter dengan suhu sebesar 28 – 32°C, salinitas sekitar 29 – 32 ppt, DO 6,8 – 8,4 ppm, dan pH sekitar 7 – 8. Sedangkan pada kondisi lingkungan budidaya, persyaratan kualitas air untuk budidaya pembesaran ikan bawal bintang yaitu sebagai berikut :

  1. Kecepatan arus ideal untuk budidaya bawal bintang adalah 20 – 40 cm/detik.
  2. Kecerahan perairan untuk pertumbuhan bawal bintang adalah 2 – 10 mg/l (untuk partikel >1) dan 2 -3 mg/l (untuk partikel <1 mikron).
  3. Suhu optimal untuk pertumbuhan bawal ikan adalah 28 – 32°C.
  4. Salinitas yang ideal yaitu 29 – 32 ppt.
  5. Ikan bawal bintang akan sangat baik bila dipelihara pada air laut dengan pH 6,8 – 8,4.
  6. Ikan bawal bintang dapat hidup layak dalam keramba jaring apung dengan kosentrasi oksigen terlarut (DO) sebesar 5 – 7 ppm.
Masa Panen Budidaya Bawal Bintang / djpb.kkp

Budidaya ikan bawal bintang biasanya dilakukan dalam sistem keramba jaring apung atau tancap. Kedalaman ideal untuk melakukan budidaya ikan ini berkisar 5 – 15 meter di laut lepas dengan gelombang rendah 0,5 – 1 meter. Keramba yang umumnya digunakan untuk budidaya ikan ini berkisar ukuran 3 x 3 meter atau 4 x 4 meter. Perairan yang baik untuk budidaya ikan bawal bintang ini adalah perairan jernih yang jauh dari pembuangan limbah industri maupun rumah tangga, erosi atau abrasi, juga pasang surut.

Budidaya pembesaran bawal bintang ini dapat dilakukan dengan penebaran benih ukuran 7 – 9 cm dengan padat tebar sebanyak 400 ekor per keramba. Selama pemeliharaan dapat diberikan pakan berupa pelet sebanyak 2 – 3 kali sehari. Masa pemeliharaan budidaya ikan ini yaitu selama 7 – 8 bulan yang kemudian dapat dipanen dengan berat 350 – 500 kg per ekor.