Mengenal Tanaman Cabai di Ranah Pertanian

Jenis tanaman cabai yang umum ada di Indonesia / Pixabay

Cabai (capsicum annum var longum) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia. Karena buahnya selain dijadikan sayuran atau bumbu masak, juga mempunyai kapasitas menaikkan pendapatan petani, termasuk sebagai bahan baku industri, memiliki peluang ekspor, membuka kesempatan kerja serta sebagai sumber vitamin C.

Cabai juga menjadi salah satu komoditas pertanian yang harganya fluktuatif. Biasanya menjelang hari-hari besar, seperti lebaran, natal dan sebagainya, harga cabai melonjak tinggi. Hal itulah yang memicu minat bertanam cabai, baik untuk diperdagangkan, maupun untuk stok persediaan konsumsi keluarga masing-masing.

[Baca juga: Mengapa harga cabai mahal?]

Penanaman cabai secara umum bisa dilakukan di dataran tinggi maupun dataran rendah. Bahkan bagi pembudidaya yang tinggal di daerah perkotaan dengan ketersediaan lahan bercocok tanam sangat terbatas, tetap bisa menanam cabai di dalam melalui berbagai cara, salah satunya teknik pot atau vertikultur. Sedangkan kondisi suhu yang optimal bagi tanaman ini adalah antara 24-27o C, namun masih bisa tahan terhadap suhu yang lebih dari itu. Sifat tersebut tergantung dari jenis varietas cabai yang ditanam. Karenanya, bila ingin membudidayakan cabai, maka perlu mengenal ragam cabai-cabaian yang ada terlebih dahulu.

Varietas cabai terbagi setidaknya dalam empat golongan, sebagai berikut:

Cabai Besar (Capsipum Annum L)

Cabai besar dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu cabai merah besar dan cabai merah keriting. Perbedaan antara kedua kelompok cabai besar tersebut terletak pada bentuk buah dan cita rasa pedas yang dimiliki. Cabai merah besar memiliki permukaan buah yang halus dan cita rasa pedas yang standar. Sementara cabai keriting lebih ramping bentuknya dengan cita rasa sangat pedas.

Cabai Rawit (Capsicum Frutescens)

Semua orang tahu, cabai yang satu ini pedasnya bisa bikin wajah berderai air mata, meski sebenarnya tidak semua cabai rawit memiliki level cita rasa pedas yang sama. Warna buahnya pun bervariasi, ada yang merah, kuning dan oranye. Sementara panjang buah cabai rawit berukuran antara 2-3,5 cm dengan diameter 0,4-0,7 cm. Cabai ini dapat tumbuh baik di dataran tinggi maupun dataran rendah.

Biasanya varietas cabai rawit diberi nama berdasarkan daerah asal cabai tersebut diperoleh. Beberapa contoh varietas cabai rawit yang populer , yaitu Capsicum Frutescens dari Pacet, Capsicum Frutescens dari Cisarua dan Capsicum Frutescens dari Lembang.

Cabai hibrida

Cabai hibrida termasuk dalam kelompok cabai besar yang varietasnya dihasilkan dari usaha persilangan antara dua atau lebih populasi cabai yang berbeda genetik. Cabai ini umumnya memiliki karakteristik unggul dari segi produksi buah, keseragaman pertumbuhan, dan daya tahan terhadap serangan penyakit tertentu. Beberapa jenis cabai hibrida yang sudah dikenal para petani, antara lain

1) Paprika

Paprika memiliki ukuran buah paling besar di antara semua jenis cabai. Panjangnya 4-10 cm, diameter 4-5 cm dan berat rata-rata 60 gram. Paprika disebut juga dengan nama sweet pepper (cabai manis), sebab rasanya memang manis dan nyaris tak ada rasa pedas. Cabai ini akan tumbuh subur di ketinggian 500-1500 di atas permukaan air laut. Namun karena rentan terhadap berbagai hama dan penyakit, maka paprika masih sulit dibudidayakan di lahan yang terbuka.

2) Cabai Hero

Pertumbuhan cabai varietas ini sangat kuat dan mempunyai tajuk yang lebar. Cabai hero dapat tumbuh di dataran rendah, maupun dataran tinggi. Buahnya berukuran panjang kurang lebih 15 cm, diameter 1,8 cm dan berat 16 gram.

3) Cabai Long Chili

Cabai long chili dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi 800 m ke atas. Ukuran panjang buahnya 18 cm, diameter 2 cm dan berat 18 gram.

4) Cabai Hot Beauty

Hot beauty adalah cabai hibrida yang memiliki cita rasa yang paling pedas dibandingkan jenis hibrida lainnya. Termasuk jenis tanaman semusim yang tumbuh tegak dan berbentuk perdu. Tingginya antara 0,65-0,75 m. Jika sudah tumbuh lama, maka tanamannya bertajuk lebar 0,65-1 m. Tanaman cabai hot beauty memiliki kelebihan dapat melakukan penyerbukan sendiri secara otomatis.

Cabai Hias (Capsicum Spp)

Cabai ini dibudidayakan bukan untuk dikonsumsi, melainkan digunakan sebagai tanaman hias. Bentuk cabai hias begitu mirip dengan cabai rawit. Hanya berbeda warna buah dan ukuran tanamannya saja. Warna buahnya beraneka ragam dan indah dipandang mata. Ada yang berwarna merah, kuning, hijau, dan oranye. Bahkan dalam satu tanaman cabai hias, warnanya buah bisa bermacam-macam yang berpadu.