Menghadap Laut, Upaya Aksi Bersih Pantai dan Laut

Tidak hanya di darat, sampah plastik juga terdapat di wilayah perairan. Sampah yang ada di perairan sungai, selokan maupun saluran air lainnya akan dapat terbawa oleh aliran air hingga ke laut. Sampah yang ada di laut akan terus bertambah dan menumpuk. Bahkan, tidak sedikit juga masyarakat yang langsung membuang sampah ke laut yang mengakibatkan sampah plastik kian hari semakin besar.

Adanya sampah plastik di laut maupun pantai menyebabkan terancamnya lingkungan ekosistem pantai dan laut, termasuk ekosistem mangrove, pantai, dan terumbu karang. Kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh sampah plastik mengakibatkan terancamnya pula keberadaan organisme yang ada didalamnya. Banyak organisme yang kemudian mati diakibatkan dari semakin banyaknya sampah plastik yang ada di laut.

Dalam upaya pengelolaan ekosistem laut berkelanjutan akibat adanya sampah plastik, pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama organisasi Pandu Laut Nusantara mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan “Menghadap Laut” sebagai bentuk aksi untuk laut bersih dari sampah terutama sampah plastik.

Gerakan ini mulai dilakukan pada tanggal 19 Agustus 2018 yang melibatkan hingga 20.000 orang di seluruh Indonesia secara sukarela yang dilakukan di 73 titik lokasi yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Berdasarkan informasi dari KKP, dari kegiatan “Menghadap Laut” berhasil dikumpulkan sampah dari berbagai wilayah perairan Indonesia. Dari perairan pantai di Bitung berhasil dikumpulkan sekitar 1.143,7 kg sampah dengan rincian 45,2 kg sampah karet; 138,58 kg sampah plastik; 144,17 kg tali jaring/tambang; dan 815,75 kg sampah campuran. Di Provinsi DKI Jakarta, dalam 2 jam sepanjang kurang lebih 1 km berhasil mengumpulkan 2,86 ton sampah. Di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mengumpulkan sebanyak 2,36 ton. Kemudian, di Bali yang dilakukan di Pantai Mertasari Sanur, Denpasar yang berhasil mengumpulkan sebanyak 1.122,39 kg sampah dan masih banyak lagi di beberapa tempat seluruh penjuru pantai di Indonesia.

Menurut KKP, seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan upaya mewujudkan Indonesia Bebas Sampah yang merupakan implementasi Inpres No 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental dengan Program Gerakan Indonesia Bersih. Diharapkan, tahun 2025 mendatang Indonesia dapat mengurangi 70 persen sampah yang masuk ke lautan karena laut kita, masa depan bangsa.

Lebih baik lagi apabila gerakan ini dapat dilakukan setiap bulan dengan rutin oleh seluruh masyarakat, individu maupun kelompok, agar mewujudkan Indonesia bebas dari sampah cepat terealisasikan dan laut serta lingkungan kita akan kembali bersih dan sehat.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Fantria Imrantika

Student of Fisheries Resources Management at Universitas Gadjah Mada.