Menteri Susi Kembali Tenggelamkan 81 Kapal Pencuri Ikan

Sabtu (1/4), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meledakkan dan menenggelamkan 2 buah kapal ikan ilegal di Desa Morela, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Peledakan dan penenggelaman kapal yang terlibat dalam illegal fishing juga dilakukan secara serentak di 11 lokasi lain dan dipimpin langsung oleh Menteri Susi melalui teleconference. 11 lokasi lain tersebut yaitu Aceh, Bali, Belawan, Tarempa, Natuna, Tarakan, Bitung, Ternate, Merauke, Sorong, dan Pontianak. Total ada 81 kapal ikan yang diledakkan dan ditenggelamkan, 46 di antaranya berbendera Vietnam, 18 buah kapal berbendera Filipina, 11 buah kapal berbendera Malaysia, dan 6 buah kapal berbendera Indonesia.

Kapal-kapal yang diledakkan dan ditenggelamkan tersebut merupakan hasil tangkapan Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal atau biasa disebut Satgas 115 dan aparat lain seperti TNI Angkatan Laut, Polair Baharkam, Badan Keamanan Laut (Bakamla), serta PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPPRI). Kapal-kapal tersebut telah diputuskan bersalah terkait kegiatan illegal fishing secara Inkrahct berdasarkan putusan yang memiliki kekuatan hukum tetap dan berdasarkan penetapan pengadilan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Memimpin dan Mengawasi Penenggelaman / Antara Foto

“Ada masa ketika ribuan kapal asing datang secara bebas untuk mencuri ikan kita, tetapi kini mereka tahu bahwa Indonesia akan memberantas kejahatan ini,” ujar Menteri Susi seperti yang dilansir dari VOA Indonnesia.

Illegal fishing merupakan kegiatan penangkapan ikan di suatu negara yang tidak sah, tidak dilaporkan aktivitasnya dan tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang. Praktik illegal fishing di WPPRI telah merugikan negara sebesar triliun-an rupiah setiap tahunnya. Kebijakan peledakan dan penenggelaman ini merupakan suatu simbol kedaulatan negara dan bentuk keberanian Pemerintah Indonesia dalam upaya pemberantasan illegal fishing yang terjadi di WPPRI. Setelah adanya kebijakan ini, praktis kegiatan illegal fishing di perairan Indonesia mulai berkurang.

Penenggelaman kapal ikan ilegal sudah sekian kali dilakukan sejak pertama dilakukan pada Oktober 2014 lalu, dan total telah ada 317 kapal ikan ilegal yang ditenggelamkan. Meski awalnya kebijakan penenggelaman kapal ikan ilegal menuai berbagai kontroversi, tetapi kini dukungan kepada Menteri Susi untuk melakukan tindakan tegas terhadap kapal ikan ilegal mengalir deras.

Selain untuk memberikan efek jera pada pelaku illegal fishing, penenggelaman kapal ikan ilegal ini juga dapat memberikan manfaat lain, yaitu bangkai kapal sebagai rumpon yang menjadi tempat singgah dan berkumpul ikan-ikan. Adanya rumpon tentu dapat membantu masyarakat lokal untuk mendapatkan ikan dengan lebih mudah. Proses pemusnahan dan penenggelaman kapal ikan ilegal di perairan Indonesia secara teknis menggunakan bahan peledak. Namun penggunaan bahan peledak tersebut telah dipertimbangkan dan diukur secara matang sehingga daya ledaknya tidak sampai merusak lingkungan hidup dan ekosistem laut di sekitar lokasi peledakan dan penenggelaman.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Izanatur Rohmah

Leave a Reply

Your email address will not be published.