Microgreens: Sayuran Mini, Khasiat Maksi

Microgreens adalah sayuran segar yang dipanen muda pada usia 7-14 hari sehingga memiliki ukuran kecil. Microgreens berbeda dengan kecambah atau sprouts yang baru mengalami perkecambahan. Ciri-ciri microgreens memiliki stem atau batang muda 4-8 cm dengan dua daun pertama (kotiledon) yang akan berkembang menjadi daun sejati. Microgreens baiknya dikonsumsi dalam kondisi segar, seperti sup, salad, sandwichgarnish, dan bahkan dapat diolah menjadi smoothies.

[Baca juga : Menanam Microgreens di Rumah]

Sebelumnya, microgreens belum banyak untuk dijual komersil atau hanya untuk konsumsi rumah tangga. Sejak banyak chef restoran ternama menyajikan dalam menunya, microgreens kemudian menjadi trend konsumsi sayuran sehat dan organik. Jenis sayuran yang sering dikonsumsi dalam bentuk microgreens adalah bayam, kemangi, seledri, lobak, selada, cilantro, kangkung, sawi, arugula, dan bit.

Kandungan Gizi

Microgreens memiliki rasa yang manis, tekstur yang renyah dan lezat. Penelitian Xiao et al. (2012) yang dimuat dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, dari 25 jenis microgreens yang diteliti, hampir semuanya mengandung zat gizi seperti vitamin C, vitamin E, dan betakaroten lima kali lebih banyak daripada sayuran dewasa. Hal tersebut dikarenakan daun yang baru tumbuh ini kaya akan minyak nabati dan protein yang tidak dimiliki sayuran yang sudah dewasa.

Setiap jenis microgreens memiliki keunggulan zat gizi yang berbeda satu sama lain. Microgreens dari kubis merah dan bayam merah memiliki kandungan vitamin C yang lebih tinggi, kandungan beta karoten yang tinggi terkandung dalam red sorrel, selada air, dan cilantro. Adapun microgreens lobak mengandung vitamin E yang paling tinggi. Karena kandungan gizinya yang sangat tinggi, microgreens diklaim sebagai salah satu superfood yang cocok untuk diet makanan sehat.

Menanam Sendiri

Menanam microgreens sangat praktis dan aman karena tidak memerlukan ruang dan biaya yang besar, waktu yang singkat, serta tidak menggunakan pupuk maupun pestisida. Microgreens juga dapat ditanam di dalam ruangan dengan sumber cahaya dari lampu dan dapat disajikan dalam keadaan fresh-harvested. Tanaman yang terawat dengan baik dapat dipanen setelah 2-4 minggu, tergantung jenis sayuran dan lingkungan tempat tumbuh. Microgreens hanya dapat dipanen sekali dan tidak dapat tumbuh kembali setelah dipotong. Apabila ingin menanam kembali, maka media tanam harus diganti dan mengulang kembali langkah penanaman. Anda dapat menanam jenis sayuran yang berbeda dalam satu wadah tanam agar mendapatkan hasil yang bervariasi.

Alat dan bahan menanam microgreens / thishonestfood.com

Prospek Bisnis

Selain dikonsumsi pribadi, microgreens memiliki prospek yang cukup menjanjikan untuk dijadikan bisnis. Anda dapat menjual hasil panen ataupun menyediakan sarana untuk budidaya microgreens (media, nutrisi, starter kit, dll). Budidaya yang mudah dipelajari, kandungan gizi dan usia panen yang singkat adalah beberapa keunggulan dari usaha budidaya microgreens. Harga microgreens di pasaran mencapai Rp. 850-2000 per gramnya. Oleh karena itu, usaha ini memiliki turnover yang berkali-kali lipat dari modal yang dikeluarkan.

Di luar Indonesia, microgreens dibudidayakan dalam skala besar menggunakan ruangan-ruangan yang berisi rak-rak bertingkat dan ditambah pencahayaan khusus untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil. Beberapa supplier menggunakan sistem hidroponik NFT untuk mempermudah perawatan dan memperkaya kandungan gizi microgreens. Hasil panen dapat dijual ke supermarket maupun restoran-restoran dan hotel yang menggunakan microgreens dalam sajiannya.

Budidaya microgreens skala besar / tmagazine.blogs.nytimes.com

 


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Fridia Nur Sofiarani

Mahasiswi Agronomi Universitas Gadjah Mada - freelance content writer

Leave a Reply

Your email address will not be published.