Menengok Peluang Besar Pasar Ekspor Komoditas Udang Indonesia

Udang merupakan salah satu komoditas andalan ekspor Indonesia yang memiliki pangsa pasar internasional yang cukup luas. Udang adalah kelompok Crustacea dari famili Penaeidae yang memiliki gizi dan harga konsumsi yang cukup tinggi. Indonesia merupakan salah satu negara ASEAN yang memiliki produksi komoditas udang untuk dipasarkan ke pangsa pasar ekspor.

[Baca juga: Potensi Tuna di Indonesia]

Jenis udang andalan ekspor Indonesia yang memiliki permintaan tinggi di pangsa pasar ekspor adalah udang vanamei (Litopenaeus vannamei) dan udang windu (Penaeus monodon). Kedua spesies udang tersebut merupakan andalan ekspor Indonesia yang diproduksi dan dikembangkan produksinya setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan permintaan udang di pangsa pasar dunia. Produksi udang vanamei di Indonesia dikembangkan dengan budidaya sistem tradisional hingga intensif. Udang vanamei sendiri banyak diminati oleh pangsa pasar tersbesar Amerika Serikat (USA), sedangkan untuk perkembangan produksi udang windu di Indonesia masih banyak menggunakan sistem budidaya tradisional dan volume jumlah produksi udang windu Indonesia masih dibawah jumlah produksi udang vanamei. Udang windu Indonesia banyak diminati oleh pangsa pasar seperti negara Jepang dan beberapa negara di Eropa.

Data Ekspor Udang Indonesia

Berdasarkan data yang diolah KKP pada tahun 2017, produksi udang yang diekspor oleh Indonesia dari tahun 2015-2017 mengalami peningkatan, namun tidak begitu tinggi. Volume ekspor udang tahun 2015 sebanyak 124 ribu ton, tahun 2016 sebanyak 131 ribu ton, dan tahun 2017 sebanyak 138 ribu ton dalam angka sementara 2017. Menurut Budhi Wibowo, selaku ketua umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) dalam Kompas (08/1) menyatakan bahwa ekspor udang Indonesia beberapa tahun terakhir stabil di kisaran 190 ribu ton per tahun. Hal tersebut masih jauh dibawah permintaan pasar di dunia untuk komoditas udang, sehingga sampai saat ini pemerintah Indonesia masih berupaya meningkatkan volume ekspor udang. Nilai ekspor udang dari tahun 2015 hingga tahun 2017 yang diperoleh dari data KKP mengalami peningkatan. Pada tahun 2015, nilai ekspor udang Indonesia sebesar 1,1 milyar US$, sedangkan pada tahun 2016 sebesar 1,2 milyar US$, dan di tahun 2017 sebesar 1,4 milyar US$.

Nilai ekspor yang semakin tinggi disebabkan oleh semakin meningkatkan permintaan terhadap udang di seluruh dunia. Peluang pangsa pasar untuk komoditas udang akan semakin terbuka lebar. Salah satu negara importir terbesar udang Indonesia adalah Amerika Serikat (USA). Berdasarkan data KKP 2014, Ekspor udang Indonesia untuk Amerika Serikat sebanyak 77 ribu ton dengan nilai ekspor sebesar 938 juta US$. Sedangkan ekspor udang ke beberapa negara di Eropa sebanyak 16 ribu ton dengan nilai ekspor sebesar 154 juta US$ dan untuk Cina dan Jepang masing-masing sebanyak 2 ribu ton dan 24 juta ton dengan nilai ekspor sebesar 18 juta US$ dan 312 juta US$.

Dilihat dari nilai ekspor terbesar pada data di atas, yang memiliki nilai ekonomi udang tertinggi adalah Amerika Serikat dan Jepang, sehingga kedua negara tersebut menjadi peluang besar untuk ekspor udang Indonesia. Berdasarkan sumber dari koran Kompas (08/01) bahwa nilai ekspor udang Indonesia jauh lebih kecil daripada Vietnam, yaitu mencapai 3,8 milyar US$ di tahun 2017 yang tumbuh sebesar 18 persen dibanding tahun 2016. Bahkan hingga kini nilai ekspor udang Indonesia belum mencapai 2 milyar US$. Oleh karena itu, Indonesia terus berupaya meningkatkan produksi udang dengan meningkatkan pasokan benur (benih udang) berkualitas baik yang tahan terhadap penyakit.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Fantria Imrantika

Student of Fisheries Resources Management at Universitas Gadjah Mada.