Peluang Usaha Budidaya Ikan Arwana yang Menggiurkan

Ikan arwana / Pinterest

Ikan arwana merupakan salah satu jenis ikan hias yang memiliki harga jual sangat tinggi. Bahkan harga dan permintaan akan ikan ini pun terus melambung, harga ikan arwana tergantung dari jenisnya, dilansir dari bahasikan.com, untuk ikan Arwana Super Red dapat dihargai kisaran 20-30 juta rupiah. Beberapa jenis ikan arwana diantaranya ikan arwana silver, Banjar Red, Golden Red, Golden, Super Red, dan masih banyak lagi. Tingginya permintaan tentu juga akan mengakibatkan penangkapan ikan arwana di alam semakin meningkat. Oleh karena itu, agar tidak mengganggu ekosistem di alam, langkah budidaya perlu dilakukan.

[Baca juga: Potensi Tuna di Indonesia]

Saat ini, budidaya arwana mungkin tidak sebanyak budidaya ikan air tawar untuk konsumsi, hal ini dikarenakan harga benih arwana yang juga cukup mahal. Akan tetapi apabila budidaya ikan arwana ini ditekuni akan menghasilkan keuntungan yang tinggi, mengingat peminat ikan ini cukup banyak.

Cara budidaya ikan arwana hampir sama seperti budidaya ikan secara umumnya.  Hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya ikan arwana adalah kualitas air kolam yang disesuaikan dengan habitat asli arwana. Kualitas air untuk arwana terutama dapat dilihat dari derajat keasaman (pH), suhu, tingkat kesadahan, dan kandungan oksigen dalam air. arwana adalah jenis ikan yang sangat peka terhadap perubahan kualitas air. Kualitas air yang sesuai untuk pembenihan arwana adalah suhu 27-29°C dengan derajat keasaman (pH) 6,5-7,5.

Teknik budidaya ikan arwana Banjar Red yang telah berhasil dilakukan oleh Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BBIAT) Mandiangin, Kalimantan Selatan dapat dijadikan sebagai panduan dalam memulai usaha budidaya ikan arwana. Teknik budidayanya meliputi:

  1. Persiapan kolam, dengan cara kolam dikeringkan dengan maksud untuk meningkatkan alkalinitas.
  2. Penebaran induk, tentunya perlu aklimatisasi sebelum ditebar. Induk ditebar ke kolam dengan padat tebar 7-10 ekor/100m2 dengan perbandingan jantan dan betina adalah 1:1.
  3. Pemberian pakan induk, dilakukan 1-2 hari sekali pada pagi hari berupa ikan rucah atau udang (jumlah pakan 3-5% dari bobot tubuh ikan).
  4. Pengelolaan kualitas air, dilakukan dengan mempertahankan pH air.
  5. Pemijahan, dilakukan secara masal yang merupakan teknik pemijahan alami dengan cara menyatukan induk jantan dan betina pada suatu komunitas dalam kolam pemijahan.
  6. Perawatan larva yang pada umumnya panen larva dapat dilakukan 50-60 hari sejak induk ditemukan mengeram. Perawatan larva dan pro larva difokuskan pada kualitas air.