Pemanfaatan Limbah Kertas menjadi Pupuk Pertanian

Papper / Pixabay

Limbah merupakan hasil samping dari proses produksi yang bersumber dari pabrik atau aktivitas manusia. Proses daur ulang atau recycle dapat menjadi upaya penanggulangan limbah sehingga limbah dapat digunakan kembali untuk keperluan manusia dan mencegah pencemaran lingkungan hidup.

Secara umum limbah dibagi empat, yaitu limbah cair, limbah padat, limbah gas dan partikel, dan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Limbah cair tentunya berasal dari pabrik yang menggunakan air dalam sistemnya, limbah padat seperti limbah rumah tangga, limbah kayu atau kertas. Limbah gas dan partikel ialah limbah yang mengandung unsur kimia yang menurunkan kualitas udara, sedangkan limbah B3 ialah limbah bersifat toksik, mudah terbakar, mengandung logam yang tinggi dan lain sebagainya.

Bagaimana pemanfaatan  limbah kertas sebagai pupuk tanaman budidaya?

Tentunya limbah kertas ditambahkan bahan lain agar pupuk dapat terbentuk sempurna. Sebelumnya mari kita kenali jenis-jenis limbah kertas dan kandungan dari limbah kertas.

Limbah padat kertas dibedakan menjadi tiga bagian yaitu sludge, biossludge dan pith. Masing-masing limbah berasal dari hasil samping pada proses pembuatan kertas. Sludge atau limbah padat didapatkan dari proses pengendapan pada efflument treatment plant yang terdiri dari padatan dan air. Biosludge adalah hasil samping dari efflument treatment, yakni dari proses biological aeration. Sedangkan pith adalah bahan dari proses depething plant, yaitu proses pemisahan secara mekanik bahan baku pulb. Limbah  padat kertas ini dapat pula diaplikasikan sebagai pupuk dasar maupun pupuk tambahan.

Penelitian Komarayati dan Ridwan tentang “Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Padat Industri Kertas” menghasilkan bahwa limbah padat dari industri kertas sisa pengolahan dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)  tersebut memiliki kandungan hara yang cukup sesuai untuk dijadikan sebagai pupuk organik. Nisbah C/N yang tinggi, yaitu 56,90 pada limbah padat kertas memerlukan waktu pengomposan yang lebih panjang. Oleh karena itu, limbah padat ditambahkan bahan lain seperti dedak, pupuk anotganik (Za, TSP atau KCL) sebagai nutrisi, serbuk kayu sebagai bahan untuk meningkatkan porositas tumpukan limbah padat pada proses pengomposan serta penambahan aktivator hayati Trichoderma pseudokoningii dan bakteri Cytophaga sp.

[Baca juga: Macam-Macam Pupuk Organik untuk Pertanian]

Limbah padat kertas yang dicampur pupuk anorganik ternyata juga berpotensi menyediakan bahan organik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman bawang merah. Dikutip dari Hastutik dkk dalam penelitian tentang pengaruh limbah padat pabrik kertas terhadap Hasil Tanaman Bawang Merah, perlakuan dosis limbah padat pabrik kertas berpengaruh nyata terhadap jumlah umbi, berat segar umbi dan berat kering umbi bawang merah. Penggunaan limbah padat kertas menaikkan berat segar umbi. Limbah sludge menghasilkan pH sekitar netral yaitu 6,8 yang memungkinkan unsur P tersedia bagi tanaman. Unsur P diketahui berperan dalam mengendalikan proses fisiologi tanaman.

Selain digunakan pada tanaman bawah merah, pupuk yang berasal dari limbah padat kertas ini direkomendasikan sebagai campuran media tanam pada tanaman kehutanan dengan menambahkan bahan organik seperti pupuk kandang.

Itulah beragam manfaat dari limbah padat kertas yang berasal dari pabrik kertas. Dari beberapa penelitian disimpulkan bahwa, limbah padat yang dikombinasikan dengan bahan organik dapat menjadi pupuk alternatif untuk pertanian. Kandungan unsur hara seperti unsur makro pada limbah padat kertas berpotensi untuk digunakan sebagai pupuk organik. Sebagai contoh, pada tanaman bawang merah dengan kombinasi jenis limbah padat dan dosis pupuk tambahan memberikan hasil yang baik.