Mina Padi, Peluang Baru dalam Bertani

Mina padi / Uwong.co

Mina padi merupakan suatu sistem pengelolaan lahan sawah yang mengkombinasikan komoditas padi dengan berbagai macam ikan air tawar. Ikan yang dapat dibudidayakan pada sawah mina padi pun bermacam-macam seperti ikan nila, ikan mas, ikan mujair, atau ikan tawes. Sistem pertanian ini dapat memberikan keuntungan yang berlipat ganda bagi petani. Selain beras yang dihasilkan, terdapat output lain pada usahataninya yaitu ikan.

Budidaya mina padi sebagian besar menerapkan sistem pertanian organik. Dalam budidaya mina padi, petani tidak menggunakan bahan kimia untuk pemeliharaan padi di sawah tersebut. Penggunaan bahan kimia akan berdampak pada tercemarnya air sehingga ikan pada sawah tersebut akan mati. Untuk mengendalikan hama yang sering menyerang tanaman padi, petani menggunakan musuh alami seperti ular untuk memangsa tikus atau justru ikan yang dibudidayakan juga dapat memangsa hama yang menyerang seperti belalang dan telur siput. Disamping itu, kotoran dari ikan dan sisa-sisa makanan ikan akan terurai sehingga dapat menjadi bahan organik yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi. Sehingga pertanian sistem mina padi memiliki simbiosis mutualisme yaitu hubungan saling menguntungkan antar individu.

Cara budidaya dalam sistem pertanian mina padi juga tergolong mudah dan tidak memerlukan biaya yang tinggi. Petani hanya perlu melakukan pemeliharaan seperti pemupukan untuk tanaman padi dengan menggunakan pupuk organik, serta rutin memberi pakan untuk ikan dengan jenis pakan apung dan menjaga sirkulasi air pada sawah. Hal tersebut akan semakin meningkatkan keuntungan petani dalam membudidayakan mina padi. Sistem pertanian mina padi ini memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan di indonesia.

Maka dari itu, pemerintah rencanakan akan mengembangkan pertanian mina padi di seluruh indonesia. Menurut Direktur Budidaya Serealia Ditjen Tanaman Pangan, Nandang Sunandar, Kementrian pertanian menganggarkan dana untuk mengembangkan pertanian mina padi hingga 4 ribu hektar di seluruh Indonesia pada tahun ini. Ia menambahkan ada beberapa daerah yang ditawarkan untuk dikembangkannya sawah mina padi yaitu antara lain sawah yang memiliki irigasi yang baik. Daerah-daerah tersebut seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kalimantan Selatan (Kalsel), Sumatera Barat (Sumbar) sedangkan daerah lain akan ditinjau kembali.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Kementrian Pertanian akan berkoordinasi dengan Dinas Provinsi yang ingin menjalankan program tersebut. Sedangkan untuk para petani akan diberikan pengetahuan dan keterampilan melalui pembinaan dari penyuluh untuk menjalankan sistem pertanian mina padi agar program dapat berjalan dengan baik, ujarnya.

Menurut Slamet Soebjakso, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, sistem mina padi menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan sawah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Sistem mina padi juga dapat mencegah alih fungsi lahan karena petani akan lebih memilih memanfaatkan lahan sawahnya untuk budidaya mina padi yang sangat menguntungkan. Selain itu, sistem mina padi akan meningkatkan produksi ikan sehingga capaian target produksi ikan nasional dapat terpenuhi.

Dengan menerapkan sistem mina padi ini, lingkungan akan tetap terjaga kelestariannya sehingga dapat dimanfaatkan secara terus menerus. Sistem mina padi juga akan meningkatkan intensifikasi lahan pertanian di indonesia dengan memanfaatkan lahan sawah untuk padi dan ikan sekaligus. Selain itu berkembangnya sistem pertanian mina padi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan menjadikan pertanian berkelanjutan di Indonesia serta memberi pengaruh yang besar terhadap perekonomian Indonesia.