Penerapan Teknologi Pertanian untuk Swasembada Pangan Indonesia

Perkembangan sektor pertanian tidak lepas dari dukungan teknologi yang sudah mulai banyak diterapkan. Banyak manfaat dari penerapan teknologi yang diperoleh untuk sektor pertanian, mulai dari penurunan biaya input dan peningkatan produksi hasil.

[Baca juga: Menuju Ketahanan Pangan Melalui Pengembangan Padi Hibrida]

Penerapan teknologi dalam dunia pertanian sangatlah penting. Pertanian Indonesia memiliki potensi untuk bersaing secara global jika penerapan teknologinya dilakukan secara optimal. Dengan optimalnya penerapan teknologi, cita-cita sebagai lumbung pangan dunia tentu bukan hal yang tidak mungkin lagi. Oleh karena itu, dukungan teknologi dalam pertanian harus terus dikembangkan melalui inovasi-inovasi yang diterapkan dan berkelanjutan.

Teknologi sangat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pertanian. Penerapan teknologi pada pertanian secara umum mampu menurunkan biaya produksi hingga 40%, menaikkan indeks pertanaman, dan menggenjot produksi hingga 30%. Dapat dikatakan juga, jika tidak terdapat penerapan teknologi yang berkelanjutan di dunia pertanian maka tidak mungkin dapat tercapainya swasembada pangan nasional di Indonesia. Pertanian tidak akan dapat berkembang tanpa sentuhan teknologi.

Teknologi Pertanian Indonesia

Dalam hal penerapan teknologi pertanian, sejak tahun lalu pemerintah sudah menganggarkan dana sekitar 7 triliun dengan tujuan peningkatan produksi pertanian Indonesia. Usaha ini dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan karena target swasembada pangan harus terus meningkat. Petani tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam, namun perlu penerapan teknologi untuk proses budidaya.

Terdapat berbagai macam teknologi yang dapat diterapkan di pertanian, mulai dari pembuatan bibit unggul sampai berbagai alat mesin pertanian yang dapat membantu peningkatan produksi. Produksi pertanian dituntut untuk selalu meningkat karena pertumbuhan penduduk yang pesat telah menyebabkan tuntutan juga terhadap kebutuhan pangan. Kebutuhan pangan ini akan sulit terpenuhi jika hanya mengandalkan pertanian tradisional tanpa sentuhan teknologi.

Usaha swasembada pangan sejak tahun 2015 hingga kini tak lepas dari penerapan teknologi dalam penyusunan kebijakan di instansinya. Salah satu contoh adalah pengumpulan dan pelaporan data pertanaman padi berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dipotret satelit Lansat-8. Dengan citra satelit ini dapat dimonitor kapan tanam padi sampai panen. Dengan bantuan teknologi satelit ini, pengambilan data dapat dilakukan secara mudah, efektif, efisien, cepat, dan akurat. Selain itu, kesalahan manusia (human erorr) dapat diminimalisir.

Penerapan Teknologi

Penerapan teknologi pertanian juga tidak semata-mata selalu berdampak buruk bagi lingkungan. Tanpa sentuhan teknologi, akan terjadi pengurasan sumber daya alam secara terus-menerus yang berdampak input yang dikembalikan ke alam tidak sebanding dengan output yang diambil masyarakat. Dengan penerapan teknologi ini dapat membantu keberlanjutan sistem pertanian dan memenuhi kebutuhan pada tingkat keamanan lingkungan yang dapat diterima.

Penerapan teknologi pertanian yang cukup penting adalah teknologi pemanenan. Berdasarkan data, hasil panen padi petani di Indonesia setiap tahun terbuang sebesar 10,43% yang berupa gabah kering panen dan angka ini membuat biaya produksi menjadi tinggi. Banyak petani yang menganggap butir-butir gabah yang terjatuh di sawah saat panen tersebut sepele, padahal jumlahnya relatif besar dan bisa untuk menutupi biaya produksi. Namun, dengan adanya teknologi pemanenan, tingkat terbuangnya hasil panen dapat sangat terminimalisasi.

Salah satu bentuk nyata lain dalam penerapan teknologi pertanian yang baru saja diterapkan adalah simbiosis tanaman sawit dengan ternak sapi, limbah sawit setelah diolah yang dimanfaatkan untuk pakan ternak, sedangkan kotoran ternak dimanfaatkan untuk pupuk perkebunan. Teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan, kemandirian petani, dan peningkatan pendapatan petani. Banyak teknologi lain yang juga sudah diterapkan melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP).


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Arinda Dwi Yonida

Editor - Mahasiswa Agribisnis UGM - arinda@farming.id.