Penerapan Urban Farming Perlu Ditingkatkan

Pertumbuhan populasi manusia terus meningkat tiap tahunnya. Pertumbuhan ini dibarengi dengan semakin meluasnya pemukiman untuk tempat tinggal terutama di daerah perkotaan. Hutan dan lahan pertanian menjadi korban dari pertumbuhan populasi yang tidak terkendali tersebut. Banyak lahan pertanian yang kini sudah berubah menjadi bangunan pemukiman maupun keperluan industri. Perlu adanya inovasi untuk mempertahankan kondisi keberadaan lahan untuk bercocok tanam. Sebagai contoh di perkotaan masyarakat bisa melakukan urban farming untuk mendukung hasil pertaniannya.

Urban farming atau bisa disebut pertanian urban merupakan cara budidaya produk pertanian yang ditanam di daerah perkotaan yang lahannya terbatas. Urban farming ini bisa dibilang mudah dalam penerapannya. Ilmu yang dibutuhkan bisa dipelajari sendiri dan cukup sederhana. Yang terpenting harus selektif dalam memilih tanaman agar sesuai dengan keadaan lahan yang ada. Disamping itu urban farming ini juga bisa menjadi hobi dan gaya hidup yang dimana banyak manfaat yang akan didapatkan.

Urban farming juga memiliki peluang bisnis yang cukup menggiurkan. Hasil yang didapatkan bisa menambah penghasilan di lingkungan rumahnya dan walaupun tidak dalam jumlah yang besar bisa memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga. Pelaku juga bisa memastikan produk yang dihasilkan tidak mengandung bahan kimia atau pestisida. Selain itu dengan penerapan urban farming ini juga dapat mengurangi pencemaran udara dan membuat lingkungan menjadi lebih indah.

Penerapan urban farming bisa dibilang sudah cukup banyak dan sukses dilakukan. Sebagai contoh di salah satu rusunawa di Jakarta, para penghuninya menerapkan sistem pertanian hidroponik di lingkungannya. Hasil yang didapatkannya pun bisa untuk memenuhi kebutuhan sendiri yang secara tidak langsung mengurangi pengeluaran penghuni rusunawa tersebut. Hal ini harus terus diterapkan dan dikembangkan di lingkungan perkotaan seperti Jakarta. Di samping itu banyak komunitas yang bisa menampung dan mendukung sistem urban farming ini, seperti Indonesia Berkebun, Jakarta Berkebun, Bandung Berkebun, dan Banten Berkebun. Pemerintah pun juga sangat mendukung program ini.

Banyak manfaat dari penerapan urban farming. Pertama adalah untuk memanfaatkan lahan yang kosong dengan ukuran berapa pun. Urban farming tidak membutuhkan ukuran lahan tertentu, namun tergantung kreatifitas bagaimana menggunakannya. Sabagai contoh kita bisa menerapkan model vertikultur atau bercocok tanam secara vertikal pada lahan yang sangat sempit. Selain itu dengan urban farming masyarakat kota tidak akan lagi ketergantungan terhadap pasar. Kebutuhan pangan bisa terpenuhi dengan hasil yang didapatkan. Hal ini bisa membantu menyetabilkan harga di pasaran karena permintaan akan cenderung menurun.

Dengan penerapan urban farming ini diharapkan juga bisa menjadi penyegar pikiran bagi masyarakat perkotaan. Dengan melakukan aktivitas bercocok tanam di lingkungan rumah atau kantor maka akan membuat pikiran menjadi segar kembali. Bisa juga untuk mengisi waktu luang yang dipunya. Selain untuk mendapatkan hasilnya, setidaknya lingkungkan menjadi lebih tertata dan bisa menjadi pemandangan sendiri yang juga untuk menyegarkan pikiran.

Namun di Indonesia sendiri walaupun sudah banyak gerakan urban farming tetapi masih kurang signifikan hasilnya. Seperti yang dikatakan Hermanto Siregar sebagai pengamat pertanian bahwa dalam penerapan urban faming masyarakat Indonesia masih sangat kurang. Hal ini dinilainya karena Indonesia masih mempunyai lahan pertanian yang luas di pedesaan sehingga masyarakat kota pun masih banyak yang tergantung pada hasil desa tersebut. Namun ia juga mengatakan bahwa pertanian organik yang diterapkan di urban farming ini juga potensial karena memiliki harga yang lebih tinggi. Pertumbuhan populasi di perkotaan seharusnya dibarengi dengan pertumbuhan populasi lahan pertaniannya.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Arinda Dwi Yonida

Editor - Mahasiswa Agribisnis UGM - arinda@farming.id.