Pentingnya Rantai Pasok dalam Pemasaran Produk Pertanian

Peningkatan ketahanan pangan di Indonesia yang tidak selalu berjalan lancar sering dikaitkan dengan kurangnya penganekaragaman dan inovasi pengolahan berbagai bahan makanan yang dihasilkan. Padahal salah satu fakta penting yang selama ini menghambat pemanfaatan optimal berbagai jenis bahan pangan adalah kurang efektifnya interaksi antar pelaku bisnis dalam proses penyampaian produk atau komoditas pangan tertentu.

[Baca juga: Penyelesaian Masalah Distribusi Pupuk yang Tak Kunjung Usai]

Untuk mendukung optimalisasi upaya peningkatan ketahanan pangan diperlukan inovasi dalam meningkatkan efektivitas aliran komoditas melalui kinerja yang lebih baik antar pelaku bisnis dengan menggunakan pendekatan manajemen rantai pasok. Adapun manajemen rantai pasok ini merupakan integrasi aktivitas-aktivitas yang berawal dari pengadaan barang dan jasa, mengubah bahan baku menjadi barang dalam proses dan barang jadi, serta mengantarkan barang-barang tersebut kepada para pelanggan dengan cara yang efisien.

Rantai pasok dalam pemasaran produk pertanian merupakan sebuah rangkaian aktivitas antar lembaga yang terlibat dalam penyaluran produk pertanian dari produsen sampai ke tangan konsumen. Lembaga-lembaga yang terkait ini akan saling berhubungan dan harus menciptakan produk yang sesuai dengan permintaan konsumen. Apabila kepuasan konsumen produk pertanian dapat tercapai, maka rantai pasok tersebut dapat dikatakan berhasil.

Rantai pasok produk penting untuk diperhatikan karena menyangkut tingkat kepuasan konsumennya. Kelancaran dalam sistem rantai pasok dapat menjadi salah satu indikator berhasil atau tidaknya sistem tersebut, mulai aliran produk, aliran uang, maupun aliran informasinya. Kelancaran ini juga dipengaruhi seberapa panjang rantai yang terbentuk karena akan mempengaruhi kegiatan dan fungsi suatu lembaga yang terlibat selanjutnya.

Pembenahan Rantai Pasok

Dari Kementerian Pertanian juga menegaskan pentingnya memperhatikan rantai pasok, terutama pada produk tanaman pangan. Rantai pasok pangan akan berdampak terhadap kenaikan harga sejumlah komoditas jika tidak dikendalikan. Pihak kementerian terus berusaha memperbaiki rantai rantai pasok produk pertanian yang kini dampaknya sudah dapat dirasakan, yaitu sudah banyaknya harga bahan pangan yang berada di bawah harga acuan yang ditetapkan.

Dalam buku Manajemen Agribisnis oleh Rahim dan Hastuti tahun 2005 mengatakan bahwa terdapat peran penting lembaga pemasaran dalam pelaksanaan rantai pasok. Lembaga pemasaran tersebut berfungsi dalam menyelenggarakan proses pemasaran, menyalurkan produk, serta yang akan memiliki hubungan dengan lembaga lainnya. Lembaga pemasaran muncul karena adanya keinginan konsumen untuk memperoleh komoditas yang sesuai waktu, tempat, dan bentuk yang diinginkan. Kemudian tugas lembaga pemasaran adalah menjalankan fungsi-fungsi pemasaran serta memenuhi keinginan konsumen semaksimal mungkin. Lembaga pemasaran akan mendapat balas jasa dari konsumennya berupa margin pemasaran.

Dalam rantai pasok, terutama untuk produk pertanian yang memiliki sifat mudah rusak dan musiman harus memiliki kerangka manajemen yang tepat mulai dari bahan baku, pemrosesan, distribusi, dan penjualan yang efisien sehingga sesuai dengan permintaan konsumen. Kerangka rantai pasok produk pertanian umumnya memiliki beberapa tahap dari mulai petani sebagai produsen, pengumpul, agen distribusi, dan pengecer. Setiap pelaku dalam kerangka tersebut akan saling terkait, namun apabila rantai terlalu panjang akan mempengaruhi kegiatan yang dilakukan dan merubah fungsi pelaku selanjutnya.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Arinda Dwi Yonida

Editor - Mahasiswa Agribisnis UGM - arinda@farming.id.