Penyebab Bau Pada Kolam Lele dan Cara Mengatasinya

Kolam Budidaya Lele / Flickr

Budidaya ikan lele saat ini telah banyak dilakukan oleh masyarakat, baik budidaya dalam kolam permanen, kolam terpal, ataupun kolam tanah. Hal ini karena permintaan akan ikan lele di masyarakat terus meningkat. Kegiatan budidaya lele memiliki potensi besar untuk dijadikan bisnis yang menguntungkan selama pembudidaya dapat mengatasi hambatan dan masalah yang muncul dalam kegiatan budidaya tersebut.

[Baca juga: Mengenal Pakan Buatan Ikan Budidaya]

Masalah yang sering muncul dalam usaha budidaya ikan lele adalah permasalahan bau busuk yang muncul dari air kolam. Bau yang muncul akibat budidaya lele berbeda dengan bau yang diakibatkan dari budidaya jenis ikan lain. Air kolam budidaya lele cenderung lebih cepat kotor dan berbau. Bau dari air kolam budidaya lele sangatlah mengganggu, tidak hanya bagi pemilik kolam tetapi juga masyarakat atau tetangga sekitarnya. Bahkan masyarakat ada yang sampai merasa jijik pada ikan lele karena habitat hidup lele yang kotor dan bau. Oleh karena itu sangat penting dilakukan manajemen kualitas air yang baik untuk menjaga kualitas air budidaya tetap baik dan tidak berbau.

Bau yang muncul pada air kolam budidaya lele disebabkan utamanya karena pergantian air yang kurang teratur. Pada ikan lele kondisi air budidaya yang keruh atau kotor masih memungkinkan ikan untuk hidup karena lele memiliki alat bantu pernafasan berupa arborescent, tetapi tetap penting untuk dilakukan pergantian air budidaya. Pergantian air kolam yang tidak teratur dapat mengakibatkan air kolam berbau. Hal ini karena adanya kotoran dari sisa pakan dan hasil metabolisme ikan menumpuk dan mengendap di dasar kolam mengakibatkan bau. Oleh karena itu sangat penting dilakukan penggantian air secara berkala.

Pemberian pakan yang sesuai dosis perlu diperhitungkan sehingga pakan dapat termakan habis oleh ikan dan tidak tersisa di perairan. Lele umumnya memiliki nafsu makan yang tinggi sehingga pembudidaya sering memberi pakan dalam jumlah besar. Namun jika berlebihan lele dapat memuntahkan pakan yang ada di dalam perutnya, apalagi jika lele mengalami stres. Sisa pakan ini menjadi salah satu penyebab bau tidak sedap pada kolam.

Selain sisa pakan dan hasi metabolisme ikan, bahan organik yang mengendap seperti dedaunan sisa pakan atau sersahan daun yang gugur jatuh ke dalam kolam juga dapat menjadi penyebab bau pada kolam lele. Lele secara alamiah bersifat karnivora atau cenderung memakan daging, tetapi dapat berubah menjadi omnivora atau pemakan segala. Tak jarang pembudidaya memberikan pakan berupa dedaunan, tetapi nafsu makan lele terhadap pakan mentah seperti daun tidak terlalu besar. Untuk itu pemberian pakan mentah sebaiknya tidak terlalu banyak. Sedangkan untuk mencegah sersahan daun yang gugur ke dalam kolam perlu dilakukan penutupan kolam, misalnya dengan pembuatan atap pada atas kolam atau lebih mudahnya dengan penutup berupa jaring.

Selain menangani faktor yang menyebabkan bau pada air kolam budidaya, cara lain untuk mengatasi bau kolam yaitu dengan menggunakan probiotik. Mikroorganisme yang terkandung dalam probiotik dapat berfungsi untuk menguraikan sisa pakan ikan yang ada di dalam air budidaya sehingga bau busuk yang menyengat dapat dicegah.

Penggunaan kucuran pada kolam lele juga dapat membantu mengurangi bau pada kolam lele. Kucuran air diperoleh dari luar maupun dari dalam kolam dengan menggunakan pompa air. Cipratan air dari kucuran ini dapat membantu pelepasan amoniak yang terdapat dalam air budidaya. Selain itu juga dapat meningkatkan kadar oksigen dalam air.

Meskipun faktor penyebab bau tidak sedap pada kolam budidaya dapat dikendalikan, tetapi penting untuk menjaga kualitas air dengan pergantian air secara berkala. Pergantian air secara berkala selain untuk mencegah bau tidak sedap juga untuk menjaga kualitas air tetap baik dan sehat untuk pertumbuhan ikan.