Perlunya Penyimpanan Komoditas Hortikultura

Tomat / Pixabay

Komoditas hortikultura, baik sayuran dan buah-buahan apabila setelah dipanen tidak ditangani dengan baik akan mengalami kerusakan akibat penanganan yang tidak tepat. Hal ini akibat pengaruh fisiologis, pertumbuhan dan aktivitas mikroorganisme, suhu baik suhu tinggi maupun suhu rendah, cahaya, kadar air, dan udara (oksigen). Kerusakan ini mengakibatkan tidak dapat dimanfaatkan lagi, sehingga merupakan suatu kehilangan.

Diperlukan penyimpanan komoditas hortikultura untuk memperpanjang umur simpannya. Buah dan sayuran yang telah dipanen tetap melakukan aktivitas fisiologis yang menyebabkan kenampakan buah dan sayuran mengalami perubahan terus-menerus.

[Baca juga: Jenis-Jenis Tanaman Hortikultura]

Oleh sebab itu, sebaiknya dilakukan upaya untuk memperlambat penurunan mutu dari komoditas hortikultura dengan penanganan pasca panen yang benar dan sesuai agar sampai ke tangan konsumen dalam kondisi baik. Seperti menghindari komoditas dari suhu dan cahaya matahari yang berlebihan, kerusakan akibat hama atau penyakit, kerusakan fisik akibat panen yang tidak sesuai. Bila pascapanen dilakukan dengan baik, kerusakan-kerusakan yang timbul dapat diperkecil bahkan dihindari, sehingga kerugian di tingkat konsumen dapat ditekan.

Macam-Macam Cara Penyimpanan

Penyimpanan yang dapat dilakukan adalah dengan penyimpanan komoditas dalam serbuk gergaji (basah dan kering), penyimpanan komoditas dalam kantong plastik (rapat dan berlubang), dan penyimpanan komoditas pada suhu rendah (pada crisper dan bagian tengah lemari es), pembungkusan menggunakan koran, perlakuan sinar UV sebelum penyimpanan.

1. Serbuk Gergaji

Pada perlakuan serbuk gergaji kering memiliki kelebihan yaitu biaya penyimpanan lebih murah dan bahan mudah di dapat. Serbuk gergaji mempunyai potensi sebagai senyawa penyerap oksigen yang ada karena serbuk gergaji ini mudah teroksidasi. Selain itu penyimpanan menjadi lebih alami dan tidak terkontaminasi bahan kimia. Suhu gergaji kering juga sesuai untuk penyimpanan, yaitu tidak kering dan tidak lembab. Namun kelemahannya misalkan pada buah tomat, pelunakan buah yang disimpan menjadi lebih lama meskipun warna tomat sudah mulai kuning. Sedangkan pada serbuk gergaji basah, kandungan air yang banyak dapat menyebabkan buah mudah membusuk.

2. Kantong Plastik

Penyimpanan pada plastik merupakan penyimpanan buah atau sayur segar dalam atmosfer atau udara dengan komposisi CO2 tinggi dan O2 rendah yang diatur, memiliki kelebihan, yaitu bahan mudah didapat dan harga terjangkau. Namun kelemahan pada plastik tertutup adalah tidak ada sirkulasi udara dan menyebabkan kelembaban tinggi sehingga buah lebih mudah busuk. Sedangkan pada plastik berlubang memiliki sirkulasi udara yang lebih baik dan kelembaban lebih rendah sehingga tomat memiliki umur simpan yang lebih lama.

3. Suhu Rendah

Penyimpanan pada suhu rendah, yaitu di dalam crisper dan di bagian tengah lemari es mempunyai kelebihan dapat memperpanjang masa hidup jaringan-jaringan dalam bahan pangan tersebut karena aktivitas respirasi menurun dan menghambat aktivitas mikroorganisme sehingga umur simpan lebih lama dan kesegaran tetap terjaga. Sedangkan pada bagian tengah suhu lemari es kurang sesuai untuk penyimpanan buah dan sayur, sehingga umur simpan lebih pendek dibandingkan jika disimpan di crisper. Kelemahan dari penyimpanan di lemari es baik di bagian tengah maupun di criper adalah membutuhkan biaya yang relatif tinggi.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penanganan pasca panen yang baik berpengaruh terhadap umur simpan komoditas hortikultura. Ada beberapa cara seperti penyimpanan menggunakan serbuk gergaji, plastik, suhu rendah, dan lain sebagainya. Masing-masing perlakuan disesuaikan dengan komoditasnya. Serbuk gergaji dapat digunakan untuk buah-buahan, plastik untuk sayuran sedangkan penyimpanan suhu rendah dapat digunakan untuk sayuran maupun buah-buahan.