Pembangunan Pertanian sebagai Jalan Keluar Kemiskinan Rakyat Indonesia

Pertanian dan masyarakat / Pixabay

Pertanian merupakan sektor andalan Indonesia untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Bukan hanya sumber daya alam yang ada sangat mendukung tetapi juga karena sumber daya manusia yang masih banyak berkecimpung di sektor tersebut. Potensi pertanian yang dimiliki Indonesia memang sangat besar. Cara dan strategi penggunaan serta pengelolaan yang tepat dapat memaksimalkan potensi yang ada tersebut.

Banyak masalah yang dihadapi sektor pertanian Indonesia, seperti semakin berkurangnya lahan pertanian serta petaninya, iklim yang kurang mendukung, sampai kebijakan pemerintah yang belum sepenuhnya mendukung pengembangan sektor pertanian ini. Namun semua masalah ini tentu mempunyai solusinya masing-masing. Banyak solusi-solusi yang ditawarkan untuk menghadapi permasalahan yang ada. Petani sampai pemerintah hanya perlu saling berkolaborasi untuk mengembangkan sektor yang memiliki potensi besar ini. Prespektif masyarakat juga harus diubah. Masyarakat harus sadar jika kebutuhan pangan mereka tergantung dari pertumbuhan sektor pertanian ini.

Pada tahun ini pemerintah fokus untuk mengembangkan beberapa sektor untuk meningkatkan perekonomian negara, salah satunya adalah sektor pertanian. Banyak langkah yang akan diambil pemerintah untuk mengembangkan sektor tersebut. Presiden Joko Widodo mengungkapkan jika 70 persen anggaran Kementerian Pertanian 2017 akan difokuskan pada pengadaan sarana dan pra sarana penunjang sawah petani, terutama yang berkaitan dengan pengairan. Hal ini dilakukan karena Jokowi menilai jumlah fasilitas pengairan tidak sebanding dengan luas lahan pertanian yang ada. Jokowi juga menyampaikan bahwa optimalisasi lahan juga perlu dicapai dengan memaksimalkan akses petani terhadap kredit usaha rakyat demi mendapat modal pengadaan sarana penunjang petani.

Sektor pertanian memang menjanjikan untuk mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat. Sektor ini mampu menyerap lapangan kerja lebih banyak dibanding sektor lain. Sektor pertanian tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan produksi. Perlu adanya peningkatan nilai tambah pada suatu komoditas sehingga harga di tingkat petani akan meningkat. Petani juga akan tidak tergantung lagi dengan tengkulak atau pengepul yang selama ini menjadi permasalahan dasarnya. Industri pertanian yang semakin berkembang juga tentu akan menyerap banyak pengangguran dan meningkatkan kualitas perkonomiannya.

Banyak petani Indonesia yang keadaan perekonomiannya masih sangat rendah. Hal ini karena petani hanya mampu memproduksi hasil pertanian dalam jumlah yang sedikit. Petani harus berani melirik tentang mekanisasi pertanian untuk meninkatkan hasil produksinya. Menurut Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan bahwa ia yakin apabila seluruh petani Indonesia melakukan mekanisasi pertanian, akan mempersingkat waktu sekaligus mengurangi biaya operasional. Misalnya untuk mengolah lahan pertnaian 1 hektar secara tradisional memakan waktu 25 hari, dengan mekanisasi pertanian bisa cukup dengan 3 jam. Keuntungan yang bisa didapatkan seluruh petani dari penggunaan mekanisasi pertanian ini diperkirakan mencapai 200-300 triliun.

Indonesia yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani tentu menjadi fokus tersendiri jika ingin lebih meningkatkan perekonomian negara. Jika seluruh petani Indonesia mampu memaksimalkan kesempatan yang ada untuk mengembangkan usahanya, maka kemiskinan yang masih tinggi di negara ini pasti mampu teratasi. Oleh karena itu perbaikan dan pengembangan sektor pertanian harus mendapat dukungan penuh dari seluruh aspek masyarakat.

Pertumbuhan sektor pertanian harus diimbangi dengan pertumbuhan sektor lainnya. Sektor pertanian juga bergantung dengan sektor yang lainnya, misalnya sektor transportasi harus memiliki infrstruktur yang memadahi untuk menunjang distribusi komoditas pertanian. Pemerintah juga harus terus mendukung dengan kebijakan-kebijakan yang selalu berpihak pada petani tanpa merugikan pihak yang lain.