Potensi Usaha Bulu Babi, Hewan Laut Penuh Duri

Bulu babi atau landak laut / PXhere

Bulu babi atau biasa juga disebut landak laut dan dalam bahasa Inggris disebut dengan sea urchin merupakan hewan yang berbentuk bulat dan dilapisi duri – duri di seluruh permukaan tubuhnya. Bulu babi merupakan hewan dari filum Echinodermata yang memiliki karakteristik khas, yaitu memiliki kaki tabung yang berfungsi sebagai alat indra atau pengumpul makanan dan fungsi utamanya adalah untuk berjalan. Alat penginderaan pada bulu babi tidak berkembang dengan baik sehingga bulu babi sangat peka terhadap sentuhan pada seluruh permukaan tubuhnya. Bulu babi memiliki mulut yang berada di bawah dengan himpunan gigi keras yang terstruktur dari zat kapur dan tidak mudah dicerna oleh pemangsa bulu babi sehingga gigi ini akan disisakan oleh predator bulu babi, himpunan gigi ini disebut dengan Aristotle Lantern. 

[Baca juga: Mengenal Kepiting Bakau dan Potensi Usahanya]

Bulu babi hidup tersebar di daerah pasang surut atau pantai sampai kedalaman 10 meter yang memiliki substrat dasar yang agak keras di zona rataan pasir, daerah pertumbuhan alga, atau rataan karang. Bulu babi umumnya hidup dalam ekosistem terumbu karang ataupun lamun. Penyebaran bulu babi tergantung dengan adanya ekosistem habitatnya, yaitu terumbu karang ataupun lamun sehingga mayoritas bulu babi terdapat di wilayah perairan tropis, namun tidak menutup kemungkinan bulu babi juga tersebar di wilayah perairan subtropis selama kondisi lingkungannya sesuai dengan kehidupan bulu babi.

Bulu babi merupakan hewan yang aktif pada malam hari dan biasanya untuk siang hari bulu babi akan menghabiskan waktunya untuk bersembunyi di celah – celah terumbu karang.

Olahan Makanan Dari Gonad Bulu Babi / NPR.org

Bulu babi merupakan salah satu komoditas perikanan yang digemari oleh masyarakat negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Rusia, dan Kanada. Produk bulu babi terutama telur atau gonadnya. Telur bulu babi terasa lembut dan lezat serta mempunyai nilai gizi yang tinggi. Produk ini dikenal dengan sebutan “uni” yang mempunyai harga jual yang sangat mahal. Untuk satu kilogram uni harganya  berkisar antara 50 sampai 500 US dolar,  yang dinilai dari kualitas telur, terutama warna dan tektur. Bulu babi merupakan komoditi ekspor terbesar di California yang bernilai lebih dari 75 juta dolar per tahunnya.

Di Indonesia sendiri usaha bulu babi masih belum dimanfaatkan secara optimal, hanya pada usaha kecil seperti rumah makan di daerah wisata pantai atau bahkan hanya dimanfaatkan untuk konsumsi rumah tangga masyarakat pesisir. Padahal Indonesia memiliki peluang cukup tinggi untuk melakukan usaha penangkapan bulu babi yang memiliki nilai jual tinggi di pangsa pasar internasional. Selain untuk konsumsi, beberapa jenis bulu babi juga dimanfaatkan sebagai hewan hias yang cukup tinggi nilai jualnya seperti jenis Tripeneustes sp., Salmacis bicolor, Echinometra sp., dan lain sebagainya.

Berdasarkan beberapa penelitian, gonad bulu babi mengandung 28 macam asam amino, vitamin B kompleks, vitamin A, mineral, asam lemak tak jenuh omega-3 dan omega-6 yang sangat bermanfaat untuk tubuh sehingga bulu babi dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif. Tidak semua gonad bulu babi dapat dikonsumsi, hanya beberapa jenis bulu babi yang dapat dikonsumsi, yaitu umumnya jenis Tripneustes gratilla, Strongylocentrotus franciscanus, Strongylocentrotus droebranchiensis, Strongylocentrotus purpuratus, Echinus esculatus, Mespilia globulus, Heliochidaris crassipina, Heliochidaris tubrculata, Heliochidaris erythogamma, Paracentrotus lividus, Diadema setosum, Echinometra mathaei, Echinothrix sp., dan Salmacis sp. Produk bulu babi umumnya dipasarkan dalam bentuk segar, beku, asin, produk kering, maupun produk kalengan berupa pasta fermentasi.