Potensi UMKM Sektor Perikanan sebagai Dampak Masyarakat Ekonomi ASEAN

Masyarakat Ekonomi Asean / Kemendag

Indonesia telah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dimana pada era perdagangan bebas ini, semua produk-produk barang dan jasa bebas keluar masuk antar negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk hasil produk sektor perikanan. Melalui MEA ini pula ASEAN akan mengukuhkan fondasi ekonominya berbasis kesejahteraan. Dalam mendorong daya saing nasional maka harus didorong kesiapan daerah dalam menghadapi MEA. Daerah harus menjadi pusat perhatian karena daerah akan menjadi penentu kesiapan bangsa Indonesia bersaing dalam pasar bebas ASEAN. Sehingga dalam usaha mendorong kesiapan daerah untuk menghadapi MEA adalah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat yang kemudian dapat mengubah gaya hidup masyarakat daerah dalam hal usaha atau bisnis.

Pemerintah Indonesia sudah mencanangkan program tentang MEA dimana pada salah satu programnya pemerintah memberikan bantuan terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dijalankan masyarakat Indonesia berupa pinjaman modal.

[Baca juga: Mina Padi, Peluang Baru dalam Bertani]

Di Indonesia jumlah pelaku UMKM sekitar 57 juta dan 200 ribu koperasi yang memainkan peran penting dalam memberikan kontribusi di sektor ekonomi, seperti penyediaan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan dan memicu pertumbuhan ekonomi. Data statistik dari kementerian koperasi menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2009 masih kuat 4,6%, tahun 2011 mencapai 6,5% dan pada 2013 PDB masih mencapai 5,8% dimana pencapaian ini secara signifikan disumbang oleh UKM dan koperasi terhadap PDB 56%.

Untuk mempercepat transformasi dan integrasi regional UMKM menjadi suatu penyedia pasar global dan regional yang dinamis dan kompetitif, kebijakan blueprint pengembangan UMKM ASEAN 2004-2014 merupakan suatu kerangka pembangunan UMKM ASEAN di kawasan dan terdiri dari rencana kerja strategis, langkah-langkah kebijakan dan sasaran yang hendak di capai.

Inisiatif-inisiatif kebijakan meliputi 5 area kerja sama yang penting, yaitu:

  1. Akses UMKM terhadap keuangan
  2. Internasionalisasi UMKM
  3. Membangun service center UMKM
  4. Memperkuat pembangunan SDM dan capacity building

Beberapa dari action plan tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan rencana kerja sama ASEAN. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian di Indonesia. UMKM di pandang sebagai salah satu faktor penyelamat perekonomian nasional. Lajunya pertumbuhan ekonomi dan banyaknya penyerapan tenaga kerja di harapkan menjadi langkah awal untuk menggerakkan perekonomian nasional di berbagai lapangan usaha.

Sektor perikanan merupakan salah satu sektor unggulan di Indonesia yang memiliki potensi yang tinggi untuk dimanfaatkan dalam menunjang peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat bangsa. Sektor perikanan juga merupakan salah satu sektor yang berdampak dengan adanya pasar bebas masyarakat ekonomi ASEAN. Sehingga dalam usaha untuk menyongsong pasar globalisasi menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Maka perlu mempersiapkan diri khususnya bagi pengusaha atau calon pengusaha pengolahan hasil perikanan untuk dapat bersaing ditingkat Nasional maupun di tingkat Internasional.

Beberapa penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana masyarakat UMKM menghadapi MEA agar tidak kalah saing dengan produk luar seperti salah satunya pengembangan website e-commerce sebagai sarana promosi dan pemasaran produk-produk usaha, yang akan meningkatkan volume penjualan dan meningkatkan pendapatan. Peningkatan pendapatan ini pada akhirnya akan mengembangkan usaha kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang hasil laut tersebut.

Sektor perikanan memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan dalam usaha atau bisnis pada UMKM yang akan menunjang perekonomian masyarakat daerah sehingga kesejahteraan masyarakat daerah tercapai. Potensi UMKM dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN dapat ditingkatkan dengan adanya penggunaan teknologi yang akan menunjang produktivitas dan pendapatan pada usaha atau bisnis perikanan, adanya kebijakan dari pemerintah yang akan mengangkat potensi sumber daya perikanan daerah dengan adanya pelatihan dan pembinaan, serta pembangunan koperasi UMKM untuk mempermudah penyediaan modal dan pemasaran barang agar dapat bersaing di pasar ASEAN.