Produk GMO? Berbahayakah?

Produk GMO / naturalnews.com

Saat ini penggunaan teknologi dalam berbagai bidang seperti sebuah keharusan. Melibatkan teknologi dalam berbagai kegiatan dinilai lebih efektif dan efisien. Tak heran, penerapan teknologi sedang marak digalakkan di berbagai  bidang. Dalam dunia pertanian, bioteknologi merupakan salah satu wujud pemanfaatan teknologi yang sudah cukup lama digunakan.

[Baca juga: Dampak dan Perkembangan Tanaman Transgenik]

Bioteknologi adalah proses transformasi dengan memanfaatkan pengetahuan biologi, biokimia, mikrobiologi, biologi molekuler, biofarmasi, dan kemajuan rekayasa dalam sebuah penelitian yang memakai sel hidup yang akan membawa penemuan baru dan penyempurnaan pemecahan masalah di berbagai bidang kehidupan manusia. Rekayasa genetik mempunyai dampak terhadap perbaikan dan keamanan produk dan memberikan pemecahan teknis dalam penyebarluasan pemakaian obat dengan bahan baku yang terbatas1. Aplikasi bioteknologi dibidang pertanian termasuk disebut bioteknologi hijau (green biotecnology).

Dari bioteknologi, pertanian berhasil menciptakan produk GMO (Geneticallt Modifield Organism). Meurut World Health Organization (WHO), GMO dapat didefinisikan sebagai organisme di mana materi genetik (DNA) memiliki telah diubah dengan cara yang tidak terjadi secara alami. Teknologi ini sering disebut “bioteknologi modern” atau “teknologi gen”, terkadang juga ” teknologi DNA rekombinan” atau “rekayasa genetika”. Hal ini memungkinkan gen individu yang terpilih untuk ditransfer dari satu organisme ke lain, juga antara spesies non terkait2. Keberadaan produk GMO tidak lepas dari uang koin yang memiliki dua sisi berbeda. Produk hasil bioteknologi seharusnya tidak hanya dilihat dari dampak positif saja, namun kemungkinan dampak negatifnya juga.

Dampak Positif dan Negatif

Dibidang pertanian GMO dipilih karena berbagai hal. Dibandingkan dengan produk sesamanya yang alamiah, GMO dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Ukuran produk GMO biasanya lebih besar daripada produk biasa. Sehingga terjadinya peningkatan produktivitas dapat diperoleh dari berat produk karena ukuran yang besar pula. Hasil yang lebih akan berdampak pula pada peningkatan ekonomi. Baik itu biaya dalam produksinya maupun biaya yang diperoleh setelah panen atau hasil pengolahan pasca panen. Pada beberapa varietas, produk GMO merupakan solusi untuk memperoleh individu tanaman yang memiliki sifat unggul dan tahan terhadap penyakit maupun hama. Individu tersebut merupakan idaman para petani karena tanaman yang mereka tanam bebas dari pengganggu, sehingga kemungkinan panen mereka akan bagus. Ini merupakan sisi positif yang kebanyakan menguntungkan petani atau produsen.

Disisi lain, dampak negatif tentu saja tidak dapat dihindari. Keberadaan produk GMO mungkin saja akan memutus rantai keseimbangan ekologi. Jika sebuah tanaman direkayasa menjadi tahan terhadap pada suatu hama, maka hama tersebut pasti kehilangan makanan yang biasa ia makan. Secara perlahan hal ini akan mengganggu rantai makanan di alam. Hal ini juga berpotensi untuk menurunkan angka keanekaragaman hayati yang ada. Tak hanya berpengaruh pada lingkungan, produk GMO juga berisiko terbentuknya resistensi terhadap antibiotik. Proses pembuatan GMO’s (bioteknologi) dapat dimungkinkan terjadinya perubahan senyawa pada organisme yang bersangkutan, sehingga dapat menjadi toksin3. Dalam beberapa jurnal dibahas bahwa produk GMO tidak sepenuhnya aman. Akan tetapi beberapa pihak juga menyangkal dan berpendapatan bahwasanya produk GMO aman dan tidak membahayakan kehidupan manusia.

Diluar dari pro dan kontra mengenai keamanan produk GMO. Terpenting adalah masyarakat tahu terlebih dahulu mana yang merupakan produk GMO dan mana yang tidak. Perdagangan produk hasil GMO harus disertai label. Tidak terkecuali pada makanan olahan yang bahan bakunya merupakan produk GMO. Masyarakat juga harus cerdas dalam memiliki makanan. Mengetahui asal usul bahan makanan mutlak dibutuhkan. Jika terdapat produk yang aman dan sehat untuk dikonsumsi, mengapa harus memilih produk  yang berisiko? Sedangkan semua orang tahu bahwa harga bagi kesehatan teramat mahal.

Referensi:

1 Prof. Dr. Ahyar Ahmad, Hibah Peulisan Buku Ajar Bioteknologi Dasar, Universitas Hasanudin, Makasar, 2014, hlm.17

2Zakki Adlhiyati, Produk Rekayasa Genetika (GMO/Genetically Mdified Organism) sebagai Subek Perlidungan Paten dan Perlindungan Varietas Tanaman dalam Tesis, 2009, hlm 19

3Zakki Adlhiyati, Produk Rekayasa Genetika (GMO/Genetically Mdified Organism) sebagai Subek Perlidungan Paten dan Perlindungan Varietas Tanaman dalam Tesis, 2009, hlm.23