Jejaring Sosial Pertanian dan Perikanan

1 COMMENT

  1. Mau tanya, untuk potensi produksi 3,69 ton/ha itu dalam kurun waktu berapa lama? Apakah seumur hidup atau satu musim panen?
    Untuk pemangkasan daun pada tanaman kakao biasanya dilakukan berapa kali dalam satu tahun? Untuk mengurangi kerontokan pada bunga sehingga kehilangan hasil yang besar apakah ada solusi yang bisa dilakukan?
    Untuk tanaman muda pada kakao sering sekali tampak kurang sehat, apakah yang paling perlu diperhatikan dalam tahap pembibitan?
    Terima kasih

  2. Terimakasih atas pertanyaannya,

    1. Potensi produksi 3.69 ton/ha untuk satu tahun.
    2. Pemangkasan rutin pada tamaman kakao yg telah berumur 3 tahun keatas dilakukan pemangkaaan pemeliharaan setiap bulan untuk menghilangkan wiwilan. Sblmnya saat TBM ada pemangkasan bentuk saat umur dbwah 1 tahun. Kemudian setelah TM (mulai 3 thn keatas) ada pangkas produksi setelah panen
    3. Untuk kerontokkan bunga saat awal pembentukan, untuk saat ini sy belum menemukan solusi yg tepat, namun ada referensi dari penelitian Hidayati tentang “Pengaruh dosis pyracloatrobin terhadap gugur bunga dan layu pentil tiga klon kakao (Theobroma cacao L.) asal sambung pucuk”, dengan menggunakan pyraclostrobin sampai dengan 150 gr/ha belum mampu memperbanyak jumlah bunga di pohon, menekan gugur bunga dan layu pentil pada klon kakao.
    Semoga kedepannya ada penelitian terbaru,
    4. Tanaman kakao membutuhkan naungan karena syarat tumbuh menghendaki sinar matahari yg rendah. Oleh karena itu pada saat pembibitan diperhatikan kerapatan naungannya (paranet) sekitar 60%. Benih dipilih yg prima (sehat dari hama dn penyakit). Media tanam (pupuk kandang pastikan sudah matang). Pengairan dijaga agar tidak defisit atau kelebihan air krn bibit bisa stress.

    Sekian,
    Semoga dapat membantu

  3. Hi Mas Andika,

    Saya mau tanya mengenai masalah yang pernah saya hadapi ketika beternak lele. Di tahun 2010 lalu saya pernah ikut membantu ternak lele di sebuah desa dengan menggunakan kolam buatan ukuran 3×5 m2. Didesain dalam bentuk bak menggunakan semen. Ada sekitar 500 lele yang kami taruh. Namun, sayangnya tidak sampai 5 hari, hampir setengah lelenya mati. Kami mengira mungkin karena masih ada aroma semen yang bercampur dengan air kolam tapi padahal semennya sudah kering seminggu sebelum lelenya kami masukkan. Bahkan ketika berikan potongan batang pisang untuk menetralisir aroma semennya juga tidak berpengaruh. Alhasil, semua lelenya mati :(. Mohon pencerahannya.

  4. TerimAkasih mas arya atas pertanyaannya, ada beberapa opsi solusi dari masalah yang ada.
    Pertama kemungkinan problem ada di airnya mas, karena air untuk budidaya lele harus difermentasi terlebih dahulu agar lele bisa cepat beradaptasi dengan kondisi air di kolam yang baru
    Kedua bibit lele yang ditebar sudah sakit terlebih dahulu, ini bisa diatasi dengan pemberian fermentasi di kolam tersebut. Materi untuk cara fermentasi bisa disimak di seri kedua dari tulisan ini mas. TerimAkasih dan salam lelesehat indonesia