Sebegitu Mudahnya Menanam Krisan?

Sudah tidak asing dengan bunga ini? Bunga yang memiliki nama latin Chrysanthemun indicum L biasanya menjadi tanaman hias perdu atau semi perdu yang berasal dari Jepang dan Cina Utara. Banyak yang mengetahui bahwa bunga ini berkhasiat sebagai obat. Khasiatnya sebagai obat digunakan untuk menangani penyakit influenza bahkan membersihkan liver. Oleh kerena itu bunga krisan begitu menarik untuk dibudidayakan.

Dengan warna-warni bunganya dan juga bentuknya yang mekar sempurna sangat menggoda para pencinta bunga untuk membeli dan mengoleksinya. Sayangnya, bunga krisan tidak tahan lama, tanamannya pun cepat layu dan kering. Itu hanyalah sedikit dari sekian banyak keluhan pencinta krisan. Krisan Pot memang dijual untuk dinikmati dalam pot. Jadi krisan sudah dijual dalam kondisi berbunga, tentu saja tujuannya untuk menarik pembeli agar tanaman tersebut laku di jual.

Krisan adalah tanaman hari panjang artinya tanaman ini akan tumbuh optimal apabila mendapat panjang penyinaran minimal 16 jam sehari. Indonesia yang memiliki iklim tropis panjang hari penyinaran dianggap 12 jam (jam 6 pagi sampai 6 sore), sehingga masa vegetatif krisan harus ditambah dengan penyinaran lampu di malam hari selama 4 jam. Hal ini dilakukan apabila ingin mendapatkan tanaman krisan dengan batang yang lebih tinggi sehingga akan lebih cantik sebagai bunga potong. Apabila penyinaran kurang dari 16 jam maka krisan akan berbunga atau masuk periode generatif. Jadi meskipun pendek krisan akan berbunga jika mendapat penyinaran kurang dari 16 jam, cocok untuk krisan yang ditanam dalam pot.

Sebagai bunga sub tropis, krisan akan lebih ideal apabila ditanam di dataran tinggi. Syarat tumbuh idealnya pada suhu 21-25 derajat. Tapi masih bisa ditanam pada suhu yang lebih tinggi meskipun ada beberapa kekurangannya, seperti warna bunga yang lebih pudar, tanaman yang lebih pendek atau umur tanaman yang cepat mati.

Perawatan Krisan

Penjual krisan pot biasanya hanya menggunakan sekam bakar sebagai media tanamnya, maka sebaiknya pindahkan krisan yang telah dibeli tersebut ke pot yang lebih besar dan tambahkan media lain yang lebih menahan air seperti kompos. Setelah bunga rontok, pangkas tunas dengan menyisakan daun dari bawah sekitar 5 – 6 pasang tergantung varietas dan postur yang diinginkan. Berikan NPK 2-4 gram per pot setiap sebulan sekali.

Apabila ingin mendapatkan postur tanaman yang lebih tinggi maka setiap malam simpan di bawah sinar lampu. Jarak dari lampu ke tanaman maksimal 2 meter. Untuk mengukur cahaya yang diterima tanaman dapat menggunakan lux meter. Nilai ideal yang ditunjukkan oleh lux meter adalah 70 lux. Ketika postur tanaman sudah sesuai dengan yang kita inginkan, barulah tanaman kita simpan di tempat yang tidak kena cahaya pada malam hari sehingga dapat cepat mengeluarkan bunga.

Krisan menyukai sinar matahari penuh. Akan tetapi pada dataran rendah yang terlalu panas krisan akan cepat layu dan tumbuh tidak bagus, sering kehujanan pun bisa menyebabkan rontok daun maupun bunganya. Sebaiknya sesuaikan kondisi lingkungan dengan tanaman. Apabila terlalu panas krisan dalam pot sebaiknya dipindahkan ke tempat yang lebih teduh atau dalam naungan. Sebagai informasi, krisan masih bisa tumbuh dengan baik pada Green House dengan suhu 34-36 derajat C.

Untuk mendapatkan stek krisan dapat dilakukan dengan cara memangkas tunas tanaman dengan menyisakan sekitar 3 – 5 pasang daun setiap tunas simpan di bawah lampu setiap malamnya. Nanti akan muncul tunas-tunas baru dari ketiak daun yang bisa diambil setinggi 7 cm untuk dijadikan bibit tanaman baru dengan stek pucuk. Pemupukan rutin 2 – 4 minggu sekali dengan NPK tabur 2 – 4 gram per pot.

Bibit krisan didapat dari stek indukan yang diambil tunasnya terus menerus. Indukan ini ada batas optimalnya, tergantung pada kebun yang memproduksi. Apabila indukkan sudah terlalu tua maka kualitas tanaman juga tidak bisa bertahan lama apalagi bila dibibitkan kembali hasilnya kurang bagus, pekebun biasanya mengimpor indukan baru dari Breeders ternama di Belanda seperti Fides misalnya; artinya kualitas tanaman kita sangat tergantung juga dari sumber indukkan sang produsen.

Untuk bunga potong dan tanaman pot, usia dari tanam sampai panen kedua tipe ini relatif sama yaitu sekitar 3 bulanan, dan krisan berbunga tidak mengenal musim. Krisan potong setelah bunga dipanen bisa mengeluarkan tunas baru yang bisa dipanen lagi sekitar 2,5 bulan kemudian, tetapi kualitasnya menurun dibanding panen pertama oleh karenanya pekebun langsung menggantinya dengan bibit baru. Hingga krisan pot apabila bunganya telah layu bisa dipangkas dan sekitar 1 – 2 bulan bisa muncul bunga lagi tergantung sinar/cahaya yang diterima oleh tanaman.


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Emeralda Firdausa Wijaya

Graphic Designer - Young Farmer

Leave a Reply

Your email address will not be published.