Selamat Hari Ikan Nasional

Hari Ikan Nasional (HARKANNAS) / Facebook

Hari Ikan Nasional (HARKANNAS) telah ditetapkan pada tanggal 21 November dalam Keputusan Presiden RI No 3 tahun 2014 tentang Hari Ikan Nasional dan merujuk pada World Fisheries Day atau Hari Perikanan Dunia dengan mempertimbangkan amanah dalam Undang-Undang Nomor 31/2004, Undang-Undang Nomor 45/2009 Tentang Perikanan dan Undang-Undang Nomor 18/2012 Tentang Pangan.

[Baca juga: Potensi UMKM Sektor Perikanan sebagai Dampak MEA]

Pada tahun ini, seperti yang telah dipaparkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bahwa Indonesia telah memperingati HARKANNAS untuk keempat kalinya dengan tema “Ikan Untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat”. Tujuan dari peringatan Hari Ikan Nasional Ke-4 Tahun 2017 ini adalah untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat dengan menjadikan makan ikan sebagai budaya nasional mengingat ikan sebagai asupan pangan memiliki keunggulan kandungan gizi, ragam pilihan ikan dan ragam kreasi olahan.

Tema tersebut ditetapkan dengan pertimbangan bahwa ikan sangat relevan untuk mendukung program pemerintah dalam hal perbaikan gizi masyarakat mengingat ikan sebagai bahan pangan dan sumber protein yang memiliki keunggulan antara lain; umumnya komposisi kimia daging ikan terdiri dari : air (66-84)%, protein (15-24)% dan lemak (0,1-22)% dan ikan memiliki kandungan Omega 3 tinggi sangat baik untuk perkembangan mata, otak dan jaringan syaraf.

Grafik Jumlah Konsumsi Ikan Per Kapita Per Tahun / KKP

Untuk mencapai keberhasilan program tersebut, KKP terus melaksanakan kegiatan kampanye peningkatan konsumsi ikan melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN). Hal tersebut berdampak positif terhadap peningkatan konsumsi ikan yang telah dipaparkan pada grafik diatas yang diketahui bahwa setiap tahun jumlah konsumsi ikan per kapita di Indonesia semakin meningkat. Pada data tersebut diperoleh di tahun 2012 jumlah konsumsi ikan per kapita per tahun sebanyak 33,89 kg, kemudian di tahun berikutnya (2013) menjadi 35,21 kg dan pada tahun 2014 meningkat kembali mencapai 38,14 kg. Mulai tahun 2015 meningkat cukup tinggi hingga mencapai 41,11 kg yang kemudian pada tahun 2016 kembali meningkat sejumlah 43,88 kg per kapita per tahun.

Selain itu juga diharapkan akan mendukung kebijakan strategis pangan dan gizi, dengan terbitnya Inpres Nomor 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional dan Perpres Nomor 3 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional, KKP terus melakukan beberapa program, antara lain peningkatan produksi perikanan tangkap dan budidaya yang didukung oleh penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan, serta penguatan sistem logistik ikan untuk memenuhi ketersediaan ikan bagi industri dan konsumsi dalam negeri. Peningkatan konsumsi ikan nasional sangat penting sebagai penghela industri perikanan nasional dalam rangka meningkatkan produktivitas industri dan mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa.

Momentum peringatan HARKANNAS ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama dan membangun koordinasi fungsional yang efektif dengan melibatkan seluruh komponen pemerintah dan masyarakat dalam rangka menjadikan ikan sebagai salah satu solusi dalam penanganan permasalahan gizi masyarakat. Sehingga kemudian akan merealisasikan nawacita yaitu dapat mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, khususnya sektor kelautan dan perikanan yang dapat meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

Jangan Lupa Makan Ikan ya…

Kalau Tidak Makan Ikan Nanti Ditenggelamkan