Sorgum, Tanaman Serealia Potensial Sebagai Pengganti Nasi

Sorgum Pengganti Nasi

Sektor pangan di Indonesia saat ini masih mengalami berbagai masalah dan kendala terkait pemenuhan kebutuhan maupun ketahanan pangan. Kebutuhan berasa sebagai pangan pokok belum sepenuhnya terpenuhi sehingga masih dilakukan impor beras dari negara lain. Pemerintah berusaha mengatasi permasalahan ini tidak hanya melalui intensifikasi produksi bahan pangan pokok PAJALE (Padi, Jagung, Kedelai) tetapi juga secara perlahan melalui program diversifikasi pangan, yakni dengan mengganti bahan pangan pokok selain beras atau nasi.

[Baca juga: Diversifikasi Pangan: Menjemput Tuah yang Tak Sampai]

Selaras dengan program tersebut, terdapat satu komoditas pangan yang cukup potensial untuk dikembangkan di Indonesia, namun belum banyak yang mengetahuinya, yakni sorgum.

Karakteristik Sorgum

Sorgum (Sorghum bicolor L.) merupakan salah satu tanaman serealia yang bentuk batang dan daunnya mirip seperti jagung dengan tinggi tanaman rata-rata 2,5 sampai 4 m. sorgum dapat tumbuh baik di daerah kering dan marjinal, memiliki daya tahan agroekologi lebih luas, tahan kekeringan, produksi tinggi, serta memiliki ketahanan lebih baik terhadap hama dan penyakit dibandingkan dengan tanaman pangan lainnya.

Sorgum merupakan bahan pangan ke -5 di Dunia. Namun di Indonesia, pengetahuan mengenai sorgum masih terbatas, serta belum banyak masyarakat yang mengonsumsinya, padahal tanaman ini sangat potensial untuk dikembangkan karena sorgum memiliki banyak manfaat dan juga kandungan nutrisi yang sangat baik.

Manfaat Sorgum

  1. Sumber Pangan

Sebagai bagian dari tanaman serealia tentu saja sorgum memiliki kandungan karbohidrat dan dapat dimanfaatkan sebagai pengganti nasi. Tidak hanya itu, sorgum juga memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan sumber pangan lain seperti beras dan singkong, mengandung antioksidan, indeks glikemiknya rendah, serta mengandung banyak mineral seperti kalsium, zat besi dan juga vitamin B1.

Desta Wirnas sebagai salah satu peneliti dan pengembang komoditas sorgum menyatakan, “dengan (kandungan) nutrisi seperti ini maka sorgum dapat kita kembangkan tidak hanya sebagai sumber karbohidrat, tetapi juga sebagai pangan sehat”.

  1. Sumber Pakan

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa sorgum dapat digunakan sebagai pakan ternak karena bagian vegetatif tanaman sorgum (daun dan batang) mengandung 12,8% protein kasar yang bagus untuk ternak.

  1. Bahan Baku Gula

Khusus untuk jenis sorgum manis, bagian batang gabusnya mengandung nira yang tinggi sehingga berpotensi sebagai bahan baku gula layaknya tebu.

Kendala Perkembangan Sorgum

Berbagai keunggulan sorgum ini membuatnya layak untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai komoditas pangan utama. Namun, sampai saat ini berbagai kendala masih menghambat perkembangan sorgum, terutama pemahaman masyarakat Indonesia mengenai komoditas sorgum itu sendiri.

Nilai jual sorgum masih belum dapat mengimbangi produk serealia lainnya seperti beras, jagung, gandum, dan kacang-kacangan. Selain itu, karakteristik biji sorgum yang memiliki kulit lebih keras dari padi menuntut adanya proses pengolahan khusus, yakni dengan menggunakan alat penggiling khusus sehingga pengolahan sorgum masih tradisional dan konsumsi sorgum masih terbatas.

Varietas sorgum di Indonesia pun masih terbatas. Penelitian Desta Wirnas menunjukkan bahwa varietas sorgum hasil persilangan lebih baik dari varietas lokal dari segi produktivitas maupun kualitas. Untuk itu, sangat diharapkan adanya penelitian dan penemuan baru untuk varietas sorgum di Indonesia.

Konsumsi sorgum tidak hanya menguntungkan karena dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, tetapi juga baik dalam membantu pemerintah mengatasi permasalahan pangan.

Sorgum Pengganti Nasi