Strategi dan Tips Pemasaran Produk Pertanian agar Menguntungkan Petani

Pemasaran produk pertanian beras / ANTARA FOTO

Pemasaran bisa dikatakan sebagai kelemahan dalam sistem pertanian di negara berkembang seperti Indonesia. Banyak dari fungsi pemasaran yang tidak berjalan secara efisien. Besarnya perbedaan harga atau marjin pemasaran yang relatif besar menjadi salah satu tantangan pemasaran yang banyak dijumpai pada komoditas pertanian.

[Baca juga: Mengetahui Sifat-Sifat Hasil Pertanian dan Cara Penanganannya]

Dalam kegiatan pemasaran produk pertanian dijumpai rantai pemasaran yang panjang sehingga banyak pelaku pemasaran yang terlibat, terutama pada komoditas beras. Hal tersebut dapat menyebabkan tingginya akumulasi keuntungan yang diambil dari setiap pelaku pemasaran sehingga akan mempengaruhi tingkat harga yang diterima petani sebagai produsen dan yang dibayar oleh konsumen akhir. Berikut adalah dua hal penting dan tips dalam menentukan strategi pemasaran produk pertanian agar lebih menguntungkan.

Marjin Pemasaran

Marjin pemasaran merupakan biaya pemasaran dan keuntungan yang diterima pedagang perantara dalam saluran pemasaran. Saluran pemasaran merupakan aliran yang dilewati suatu produk dari produsen ke konsumen. Marjin pemasaran juga bisa diartikan sebagai selisih harga yang diterima produsen dengan yang dibayarkan oleh konsumen. Pada umumnya semakin panjang saluran pemasaran akan memperbesar marjin pemasarannya karena lembaga pemasaran yang terlibat akan semakin banyak. Petani harus bisa memilih saluran terpendek dalam memasarkan produknya atau bisa langsung dipasarkan ke pihak konsumen akhir.

Petani akan mampu menjadi price maker atau penentu harga jika bisa memasarkan produknya langsung ke konsumen akhir karena dapat menentukan sendiri harganya. Petani akan lebih merasa diuntungkan karena bisa menentukan harga beras organik di tingkat konsumennya langsung. Pada saluran ini biaya pemasaran ditanggung oleh petani, mulai dari pemanenan, penggilingan, dan pengemasan. Dengan tidak adanya lembaga pemasaran yang terlibat menyebabkan lebih rendahnya harga di tingkat konsumen dan petani lebih diuntungkan.

Farmer’s Share

Farmer’s share merupakan analisis yang berguna untuk mengetahui bagian harga yang diterima oleh petani dari harga di tingkat konsumen yang dinyatakan dalam persentase. Dengan memperhatikan farmer’s share petani akan lebih tahu sebenarnya berapa bagian harga yang diterimanya dibanding harga yang dibayarkan konsumen sehingga petani dapat melakukan evaluasi terhadap strategi pemasarannya. Apabila nilainya lebih mendekati 100% berarti petani semakin tidak dirugikan.

Adanya nilai farmer’s share berarti adanya bagian harga yang diambil oleh lembaga pemasaran yang akan menyebabkan semakin rendahnya harga di tingkat petani dan meningkatnya harga di tingkat konsumen. Perlu adanya upaya terutama pada tingkat petani agar mampu menerima bagian harga lebih tinggi dengan cara memasarkan produknya dengan menggunakan saluran pemasaran terpendek atau langsung ke konsumen akhir.

Tips

Dalam mengefisienkan pemasaran produk pertanian petani dapat melakukan kerja sama antar petani setempat yang memiliki kesamaan jenis komoditas. Kerja sama bisa berupa membentuk sentra atau gudang penjualan yang dikelola oleh kelompok petani tersebut. Dengan membuat sentra tersebut konsumen agar lebih mengetahui keberadaan produk dan memberi kemudahan proses jual beli dalam jumlah yang besar. Dengan demikian, petani akan menjadi price maker dalam pemasaran hasil pertaniannya dan dapat menentukan sendiri harga di tingkat konsumennya.

Selain membentuk sentra, kerja sama antar petani setempat bisa membuat sistem lelang untuk memasarkan produknya. Sistem lelang akan meningkatkan harga jual produk karena lembaga pemasaran selanjutnya akan dipilih berdasarkan harga belinya yang tertinggi. Dengan demikian, petani juga akan lebih mudah mendapat keuntungan dan terhindar dari permainan harga oleh tengkulak atau pengepul. Pemasaran produk pertanian akan lebih efisien.