Mengetahui Tahapan Budidaya Okra

Okra / Pinterest

Okra banyak dikonsumsi baik sebagai sayur maupun sebagai obat karena nilainya gizi yang cukup tinggi dan manfaatnya bagi kesehatan. Pentingnya gizi yang terkandung dalam buah okra menjadikan tanaman tersebut banyak dibudidayakan untuk produksi komersial. Tahapan budidaya okra meliputi persiapan lahan, pembibitan, penanaman, penyiraman, pemupukan, penyiangan gulma, pengendalian organisme pengganggu tanaman dan panen. Selain untuk keperluan konsumsi, budidaya okra juga dilakukan untuk produksi benih.

[Baca juga: Mengenal Tanaman Okra dan Berbagai Manfaatnya]

Syarat Tumbuh Tanaman Okra

Okra tumbuh baik pada lokasi dengan ketinggian 1-800 m dpl, dengan rata-rata curah hujan 1700-3000 mm/tahun. Apabila okra dibudidayakan pada ketinggian di bawah 600 m dpl, maka tanaman akan berumur lebih pendek (3 bulan), sebaliknya pada ketinggian di atas 600 m dpl akan berumur panjang (>4 bulan). Tanaman okra dapat ditanam pada musim hujan maupun kemarau, namun okra tidak tahan terhadap genangan air tetapi tahan terhadap kekeringan. Okra membutuhkan suhu udara rata-rata 24-28 derajat Celcius. Suhu udara yang lebih tinggi akan mempercepat pertumbuhan okra, namun dapat membuat bunga cepat layu dan menunda pembuahan. Tanah yang berpasir hingga tanah lempung, mengandung banyak bahan organik, kisaran pH  6-7 sangat cocok ditanami okra.

Persiapan Lahan

Okra membutuhkan media tanam yang porous, mampu menyangga tanaman, dan menyediakan hara bagi tanaman. Media tanam yang digunakan dapat berupa campuran tanah, pupuk kandang dan sekam (1:1:1). Penanaman dapat menggunakan polybag ukuran 40 atau bedengan dengan lebar 90-100 cm, tinggi 20-30 cm dan panjang disesuaikan dengan lahan, dengan jarak antar bedengan 50-70 cm. Rekomendasi dosis pemupukan dasar yang digunakan adalah 10-20 ton/ha pupuk organik, 150 kg/ha SP36, 150 kg/ha KCl, dan 100 kg/ha Urea. Pupuk dasar ditaburkan secara merata di atas lalu diaduk hingga merata dengan tanah. Biarkan bedengan tersiram air hujan selama 10-15 hari kemudian tutup bedengan dengan mulsa plastik.

Penanaman

Pilih biji okra yang sudah tua untuk benih.Benih direndam selama 4-6 jam, lalu dipilih benih yang tenggelam saat perendaman. Tiap benih disemai dalam polybag kecil ukuran 5 cm. Setelah berumur 21 hari, bibit siap dipindah ke lahan tanam. Jarak tanam yang dianjurkan 90-125 cm x 28-62 cm.

Bedengan okra / Pinterest

Pemeliharaan

Okra membutuhkan kondisi tanah yang agak lembab. Saat tidak hujan sebaiknya tanaman okra disiram dua kali sehari, pada pagi dan sore hari. Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma yang tumbuh di sekitar tanaman atau penggunaan mulsa plastik hitam perak. Pemupukan susulan diberikan tiga dan enam minggu setelah tanam menggunakan masing-masing 100 kg/ha urea.

Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman

Hama yang menyerang okra adalah ulat grayak, ulat pemakan jagung, ulat jengkal, tungau, laba-laba, kutu daun dan belalang. Pengendalian kimiawi hanya digunakan bila serangan telah serius dan tidak diperkenankan untuk lahan pekarangan. Pengendalian hayati menggunakan musuh alami, seperti tawon, semut hitam, atau semut rangrang, serta aplikasi Bacillus thuringiensis.

Serangan hama pada okra / Pinterest

Adapun penyakit yang sering menyerang tanaman okra antara lain: antraknosa, bercak daun  dan penyakit busuk buah. Pengendalian penyakit tanaman dapat dilakukan dengan memusnahkan tanaman yang terserang dan tidak memegang tanaman yang sehat sehabis memegang tanaman sakit, rotasi tanaman, pengaturan jarak tanam, memangkas daun-daun yang tidak produktif, dan perbaikan drainase tanah, dan pemanfaatan jamur Trichoderma harzianum.

Panen

Okra berbunga pada 50 hari setelah tanam. Okra untuk konsumsi dipanen pada saat buahnya masih muda, yaitu 5-6 hari setelah bunga mekar. Panjang buah okra yang disukai konsumen adalah 6,5-9 cm. Masa berbuah okra adalah 82 hari setelah tanam. Panen okra dapat dilakukan 3 kali dalam seminggu. Pemanenan secara teratur akan merangsang pembuahan secara terus menerus, sehingga dapat dipanen setiap hari ketika iklim mendukung pertumbuhan dengan baik.

Biji dari polong okra yang sudah kering / Pinterest

Apabila okra  akan dijadikan benih, maka buah dibiarkan tua dan kering di pohon. Buah yang tua dipetik dan dikeluarkan bijinya, dapat langsung ditanam atau dikeringkan dulu. Tanaman okra akan terus berbunga dan berbuah hingga waktu yang tidak ditentukan, tergantung varietas, musim dan kesuburan tanah.