Menilik Tanaman Potensi di Lahan Karst

Air terjun daerah karst/Pixabay

Berbicara tentang lahan Karst, kita akan berbicara tentang suatu lahan yang membentuk rupa bumi yang unik dengan kenampakan atau fenomena khas akibat proses pelarutan dan pengendapan kembali CaCO3 diatas dan dibawah permukaan bumi. Kawasan karst sering dijumpai di tanah-tanah di Pulau Jawa, terutama lahan yang dulunya merupakan lahan dengan kadar kapur tinggi, sebut saja daerah Pegunungan Kendeng Utara yang saat ini sedang berkonflik yang tak habis-habisnya dengan PT. Semen Indonesia.

[Baca juga: Keniscayaan Kelembagaan Pertanian Koperasi di Indonesia]

Tambang dan Karst adalah lagu lama yang selalu di”nyanyi”kan di dunia konflik Karst. Namun, daerah ini rawan dijadikan tempat  untuk tambang karena disana terdapat Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih, cekungan selama bertahun-tahun menghidupi lahan para petani lintas kabupaten, yakni Rembang, Blora, Pati, hingga Grobogan. Selain itu, fosfat yang terkandung dalam sedimen beberapa gua yang pernah dihuni banyak kelelawar dan burung walet juga berpotensi digusur, padahal kotoran walet dan kelelawar berpotensi besar untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik

Kemudian ada pula daerah kawasan Pengunungan Sewu yang membentang mulai dari Kabupaten Gunung Kidul hingga Pacitan yang telah menjadi primadona baru ihwal pariwisata di Indonesia. Sebut saja Goa  Ngingrong, Lembah Karst Mulo, Goa Jlamprong, Goa Kali Suci, Goa Jomblang, Goa Grubug, Goa Seropan, Goa Cokro, hingga tempat wisata mainstream Jogja yaitu Goa Pindul.

Namun ternyata, dibalik konflik tambang yang tiada berujung serta pariwisata baru ini, ada potensi besar yang dapat dikembangkan dari lahan karst, lahan yang mitosnya sulit air dan tidak cocok untuk pertanian. Mungkin kurang cocok denga kaitannya tanaman pangan, tetapi tidak dengan tanaman perkebunan dan tanaman hias berikut.

Pohon Jabon

Pohon jabon / bibitjabon.web.id

Pohon Jabon adalah tanaman kayu penghijauan yang pertumbuhannya tercepat di dunia, dengan pertumbuhan diameter rata-rata 10 cm per tahun dan dapat mencapai ketinggian sampai 25 m , dapat dipanen pada usia  tahun dengan volume kayu + 0,9 m3 /pohon dan jika dijual dapat mencapai Rp. 1.000.000 per pohon. Jabon adalah Tanaman Kayu Keras yang cepat tumbuh, Tanaman yang termasuk famili Rubiaceae ini tumbuh baik pada ketinggian 0-1000 meter dari permukaan laut, pada jenis tanah lempung, podsolik cokelat dan aluvial lembab yang yang umumnya terdapat di sepanjang sungai yang beraerasi baik. Di alam bebas, pohon Jabon pernah ditemukan mencapai tinggi 45 meter dengan diameter lebih dari 100 cm.

Secara agronomis, pohon unik yang siap panen umur 4 hingga 5 tahun ini sangat berpotensi dikembangkan ini memiliki beberapa alasan kuat. Bentuk tajuknya seperti payung dengan sistem percabangan melingkar dan daun yang tidak lebat. Batang lurus silindris dan tidak berbanir dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus. Batangnya bebas cabang sampai 60%, cabang bisa rontok sendiri (self purning), warna kayunya putih krem (kuning terang) sampai sawo kemerah merahan. Kayunya mudah dikeringkan, mudah dipaku dan di lem, dan susutnya rendah.

Bunga Amaryllis

bunga amarillys / regional.kompas.com

Ingatkah dengan kisah pemudi yang asyik foto di dunia maya? Perusaknya sebuah taman bunga di Gunung Kidul, Yogjakarta setelah tidak mampu menampung ribuan wisatawan yang berkunjung ke taman bunga? Yang membuat luluh lantak keutuhan kebun bunga milik pak Sukadi? Ya, itulah bunga fenomenal yang cuma kembang sekali dalam setahun: Amaryllis!

Bunga Amarylis atau disebut juga bunga Lily memiliki bentuk mahkota bunga yang mirip terompet. bunga ini juga bisa ditumbuhkan dan bahkan tumbuh bagus di lahan karst. Bunga amarilis yang juga dikenal sebagai bunga bakung merupakan salah satu bunga yang cantik dan juga enak dipandang, siapa sangka, bunga amarilis ini juga memiliki manfaat lain, yaitu diyakini dapat menyembuhkan dan mengobati gejala keseleo.

Bagaimana? Bisakah kita memakmurkan para petani di lahan karst? Daripada hanya menjadi bulan-bulanan konfilk agraria atau dirudung ganasnya persaingan pariwisata dengan pihak swasta yang mencoba menjajah? Kenapa tidak kita sejahtera dan mandiri dengan dua tanaman ajaib diatas. Saya rasa harapan itu masih ada. Benar-benar ada.