Tahapan Budidaya Lobster Hasil Optimal

Budidaya lobster / theforecaster.net

Lobster menjadi komoditas favorit masyarakat dalam dalam hal konsumsi seafood karena memiliki daging yang lembut dan gurih. Semakin meningkatnya jumlah permintaan terhadap lobster akan meningkatkan pula jumlah penangkapan terhadap lobster. Akibatnya dapat menyebabkan over-exploited terhadap lobster yang kemudian dapat mengancam keberadaan lobster di perairan alami. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, salah satu solusinya adalah dengan budidaya.

[Baca juga: Cara Meningkatkan Kualitas Warna Ikan Koi ]

Dalam usaha budidaya lobster terdapat dua kegiatan utama, yaitu pembenihan dan pembesaran. Berikut penjelasan proses dan langkah budidaya pada dua kegiatan utama tersebut.

Pembenihan Lobster

Kegiatan ini merupakan tahap awal dalam usaha budidaya lobster untuk memperoleh benih yang kemudian akan dibesarkan. Sesuai dengan PERMEN KP Nomor 56 tahun 2016 bahwa benih lobster dilarang dijualbelikan sehingga pengusaha budidaya lobster harus mampu memijahkan lobster yang kemudian dapat memproduksi benih lobster dalam usaha tersebut.

Dalam tahap ini, perlu menyiapkan calon induk yang memiliki kualitas baik (tidak cacat) serta menyiapkan peralatan pembenihan dengan mencuci bersih bak dan alat – alat yang akan digunakan secara higienis dengan menggunakan disinfektan.

Tahapan persiapan pembenihan
  1. Cuci bak pembenihan, slang aerasi, dan batu menggunakan klorin 150 ppm atau formalin 50 ppm yang kemudian didiamkan selama 1-2 jam dan selanjutnya dinetralkan dengan larutan natrium tiosulfat 50 ppm.
  2. Pemasangan aerasi dan batu dengan kepadatan minimal dua buah batu aerasi per meter persegi.
Tahapan pemeliharaan calon induk
  1. Calon induk betina dan jantan dipisahkan.
  2. Calon induk dipelihara dengan memberikan pakan alami seperti ikan, udang, keong, atau kerang-kerangan secara ad libitum (sampai kenyang sesuai kebutuhan).
Tahapan pemijahan
  1. Bak pemijahan dipersiapkan sudah dalam kondisi higienis
  2. Induk jantan dan betina yang telah matang gonad dimasukkan dalam bak pemijahan
  3. Salinitas air bak pemijahan dipertahankan 25 – 45 ppt
  4. Lobster akan memijah 3 – 6 jam setelah proses moulting
  5. Setelah memijah, 30 jam kemudian induk betina akan mengeluarkan telur – telur yang telah dibuahi (induk jantan dan induk betina dipisahkan kembali)
  6. Kemudian hari ke 20, telur – telur tersebut akan menetas menjadi naupli
Tahapan pemeliharaan larva
  1. Persiapan bak pemeliharaan, slang aerasi, dan pipa yang telah dicuci secara higienis
  2. Menyiapkan pakan alami untuk larva yaitu dapat menggunakan rotifer
  3. Penebaran larva dilakukan pada pagi atau sore hari pada saat suhu rendah karena larva rentan terhadap suhu yang tinggi dengan padat penebaran 10 – 30 ekor per liter air.
  4. Salinitas selama pemeliharaan larva harus dipertahankan pada kisaran 31 – 33 ppt
  5. Air dalam bak harus tetap jernih dan bersih

Penggunaan Pakan Selama Pemeliharaan Larva

Stadium Larva Lobster Rotifera Flakes (ppm) Daging ikan segar (% BB/ hari)
Naupli 10 – 25 ekor/ml 0,50
Filosoma 25 – 60 ekor/ ekor filosoma 0,60 – 0,75
Perurilla 50 – 100 ekor/ekor perurilla 0,80 5- 7

 

Tahapan Pembesaran Lobster

  1. Bak pembesaran dicuci dengan desinfektan secara higienis
  2. Meletakkan pipa, batu dan pecahan karang – karang untuk menciptakan kondisi seperti habitat asli lobster sebagai tempat persembunyian
  3. Pengisian air laut jernih dan bersih hingga ketinggian air 70 – 90 cm dengan mempertahankan salinitas kisaran 25 – 30 ppt dan suhu 28 – 32°C
  4. Penebaran lobster muda dilakukan pada pagi atau sore hari dengan kepadatan tebar 20 ekor per meter persegi
  5. Menyiapkan pakan alami yaitu ikan rucah yang ditumbuh sampai halus, kemudian ditambah dengan bahan nabati seperti dedak halus dan ampas tahu dengan perbandingan 3 : 1 : 1
  6. Pemberian pakan 2 – 3 kali sehari dengan jumlah pakan yang diberikan per hari berkisar antara 10 – 15 % dari berat total lobster.

Tahapan Pascapanen

  1. Pemanenan dilakukan setelah masa pemeliharaan mencapai lima bulan yang mencapai ukuran 400 – 500 gram per ekor.
  2. Pemasaran lobster dalam kondisi hidup dengan pembiusan sementara dengan menurunkan suhu air dengan penambahan air es dengan suhu 15 – 18°C.