Ternyata Cumi-Cumi Memiliki Banyak Khasiat

Cumi-cumi segar / Pixabay

Cumi-cumi merupakan salah satu produk perikanan yang ekonomis dan banyak diminati di pasaran terutama pasar Asia. Cumi-cumi banyak di pasarkan di negara-negara seperti Jepang, Korea, Taiwan, dan Filipina. Cumi-cumi sudah menyebar di pasaran Indonesia, hanya saja banyak konsumen Indonesia belum mengetahui khasiat yang dimiliki hewan jenis cephalopoda ini.

Cumi (squid) merupakan hewan laut jenis cephalopoda atau kepala kaki yang satu kelompok besar dengan gurita (octopus) dan sotong (cuttlefish). Cumi memiliki sistem saraf pusat di kepala yang menyerupai otak serta memiliki tentakel atau lengan untuk menangkap mangsa dan pergerakan. Cumi-cumi memiliki tinta sebagai bentuk perlindungan dari mangsa yang mana saat merasa dalam bahaya, cumicumi akan menyemburkan tinta dari bagian tubuhnya “tip of pen” agar dapat melarikan diri dari predator.

[Baca juga: Cara Efektif Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada Ikan Kerapu]

Potensi cumi-cumi ini cukup besar melihat kecenderungan pangan dunia yang berkembang ke arah cara makan (diet) yang sehat. Cumi-cumi mengandung asam lemak tidak jenuh seperti EPA dan DHA yang diyakini mampu mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah, stroke, dan penyakit jantung. Potensi cumi-cumi di perairan Indonesia sendiri diperkirakan 28.250 ton per tahun, dengan tingkat produksi sebesar 21.390 ton per tahun.

Cumi-cumi memiliki berbagai khasiat dari kandungan daging bahkan sampai kandungan dari tintanya. Daging cumi-cumi memiliki kandungan protein yang tinggi dan rendah lemak. Daging cumi-cumi memiliki kelebihan dibanding dengan hasil laut lain, yaitu tidak ada tulang belakang, mudah dicerna, memiliki rasa dan aroma khas, serta mengandung semua jenis asam amino esensial seperti leusin, lisin, dan fenilalanin yang diperlukan oleh tubuh.

Berdasarkan penelitian, kandungan yang dimiliki cumi-cumi adalah sebagai berikut :

  1. Asam lemak tidak jenuh (polyunsaturated fatty acid) yang dibutuhkan untuk mengatasi penyakit arteriosclerosis. Selain itu asam lemak tidak jenuh yang terkandung dalam daging cumi seperti asam lemak omega – 3 memiliki peranan penting dalam proses metabolisme tubuh manusia. Tidak hanya itu, pada hasil penelitian asam lemak pada cumi ini dapat menekan kandungan kolesterol di dalam darah jauh lebih rendah dibanding dengan menggunakan asam lemak tidak jenuh yang lain.
  2. Kandungan beberapa mineral seperti fosfor yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang khususnya bagi anak-anak.
  3. Asam amino essensial seperti lysine yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak-anak.

Komposisi cumi-cumi per 100 gram

Komposisi Jumlah
Energi (kal) 75
Kadar air (g) 82
Protein (g) 15,3
Lemak (g) 0,8
Kadar abu (g) 1,2
Karbohidrat (g) 0,7
Kalsium (mg) 15
Fosfor (mg) 194
Besi (mg) 1
Natrium (mg) 176
Kalium (mg) 266
Retinol (mg) 15
Tiamin (mg) 0,03
Riboflavin (mg) 0,008
Niasin (mg) 32

Source : FAO.org

Bioprospek dari tinta cumi-cumi belum banyak dikenal, namun tinta cumi-cumi memiliki aktivitas farmakologis, yakni metabolit sekunder dengan kinerja sistemnya melalui enzim yang berpotensi sebagai anti kanker. Tinta cumi-cumi berwarna gelap yang mengandung melanin atau butir-butir pigmen hitam yang mana melanin alami ini merupakan melanoprotein yang mengandung 10-15 persen protein. Melanin pada tinta cumi-cumi ini dapat mengikat protein melalui asam amino yang mengandung sulfur berguna untuk mencegah kanker (anti kanker). Berdasarkan hasil penelitian, tinta cumi-cumi memiliki cakupan yang luas dan mempunyai peranan biologis untuk menambah daya tahan tubuh yang dapat menghambat sel kanker. Tinta cumi-cumi memiliki kandungan peptidoglycan lebih tinggi yang mana terdapat zat dinamakan illexin yang diduga sebagai anti kanker. Selain itu, tinta cumi-cumi juga berpotensi sebagai anti tumor. Sehingga tinta cumi=cumi akan sangat berguna sebagai alternatif pencegahan sel-sel kanker dan tumor di Indonesia.