Ternyata Rotan, Tape, Susu, Nasi dan Kulit Telur Bisa Jadi Pupuk

Setiap tanaman perlu nutrisi untuk pertumbuhannya. Biasanya tanaman mendapatkan nutrisi dari tanah. Nutrisi dalam tanah bersumber dari berbagai macam seperti bahan pembentuk tanah, organisme dalam tanah, dan zat-zat organik yang masuk ke dalam tanah. Namun itu semua tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman terutama jika menginginkan hasil maksimal. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman maka diperlukan pupuk. Jika selama ini menggunakan pupuk sintetis maka beralihlah ke pupuk organik untuk menjaga kelestarian lingkungan. Di sini akan kami paparkan beberapa tips untuk membuat berbagai macam pupuk organik tersbut.

Pupuk Organik Cair Susu

Cara pembuatan pupuk organik dari susu ini cukup mudah,

  1. Susu basi/susu sisa bayi yang tidak habis diminum, bisa juga memakai susu yang masih bagus kemudian didiamkan sampai basi.
  2. Tambahkan 2 tutup botol EM4 per liter susu basi, simpan selama 2 minggu.
  3. Buka tutupnya selama 2 hari sekali untuk membuang gasnya supaya tidak meledak.
  4. Perbandingan 1:10 untuk kocor tanah, 1:15-20 untuk di semprotkan ke tanaman.

Pupuk Kulit Telur         

Pupuk ini berguna untuk mencegah kerontokan pada tanaman yang sedang berbunga dan banyak mengandung kalsium. Langkah pembuatan pupuk jenis ini tidak kalah mudahnya dengan cara pertama.

  1. Kumpulkan kulit telur, remas-remas kasar kemudian jemur hingga kering.
  2. Haluskan, bisa ditumbuk atau diblender.
  3. Taburkan pada tanaman seminggu sekali.

ROTAN

Tidak persis seperti namanya, rotan di sini adalah singkatan dari ramuan organik tanaman. Untuk lebih lengkapnya langsung saja perhatikan langkah berikut

Bahan :

  1. Buah Pisang : 5 buah
  2. Buah Pepaya : 1 buah
  3. Buah Nanas : 1 buah
  4. Buah Mangga : 2 buah
  5. Buah Melon/semangka : 1 buah
  6. Kangkung air : 3 ikat
  7. Kacang panjang : 3 ikat
  8. Jagung muda : 2 buah
  9. Ragi : 3-5 butir
  10. Air kelapa : 5 liter
  11. Air leri : 3 liter
  12. Gula Kelapa : 1 kg
  13. Usus ikan Nila : 1 ons

Cara membuat :

  • Semua bahan 1-8 sterilkan dengan cara direndam dalam air hangat (70 derajat Celcius).
  • Semua wadah / peralatan disterilkan dengan air panas/alkohol.
  • Sterilkan tangan dengan alkohol.
  • Nomor 1-8 diblender sampai seperti jus.
  • Gula kelapa dididihkan dengan air 5 liter, biarkan sampai benar-benar dingin.
  • Campurkan semua bahan, kemudian aduk-aduk sampai benar-benar rata.
  • Simpan dalam wadah yang terbuat dari tembikar/plastik (jangan yang terbuat dari logam).
  • Fermentasi selama 14 hari dalam keadaan tertutup rapat, setiap 2 hari sekali aduk-aduk / digoyang- goyangkan selama 5 menit. Untuk menghindari wadah menggembung sebaiknya buatkan aerasi udara.
  • Ciri berhasil jika campuran berbau asam dan harum tape.
  • Fermentasi selesai jika sudah tidak ada lagi gas yang terkandung.

Cara memperbanyak :

  1. Air jernih (sumur/mata air) : 10 liter
  2. Dedak : 1 kg
  3. Gula kelapa : 0.5 kg
  4. Air kelapa : 5 liter
  5. ROTAN : 1 liter

Bahan nomor 1, 2 dan 3 dipanaskan, sesudah dingin campurkan dengan dengan nomor 4 dan 5 masukan dalam drum plastik tutup rapat selama 14 hari. Diperoleh ROTAN 15 liter dengan kualitas yang sama.

Mikroorganisme Lokal Nasi

Dengan memanfaatkan yang ada di sekitar kita secara tidak langsung telah membantu pelestarian lingkungan. Kali ini nasi yang menjadi bahan utamanya. Langkah-langkah dalam pembuatan mikroorganisme lokal dari nasi sebagai berikut :

  1. Siapkan nasi kira-kira sebesar bola ping pong kira-kira 4 buah. Bisa nasi baru ataupun nasi yang sudah basi.
  2. Diamkan sampai keluar jamur yang berwarna kuning atau oranye dan abu-abu. Kira – kira selama 3 hari. Jaga nasi jangan sampai kering, bisa di bantu dengan spray air supaya lembab dan cepat jamuran.
  3. Siapkan air kira-kira satu liter dan masukkan 4 sendok makan gula pasir, aduk rata.
  4. Masukan larutan air dan gula tersebut ke dalam wadah berisi nasi jamuran. Tutup wadah dan biarkan selama satu minggu. Buka sesekali untuk membuang gas nya dan kocok.
  5. Setelah satu minggu campuran nasi dan air gula tersebut akan berbau seperti tape/peuyeum. Ini artinya MOL sudah jadi dan siap digunakan.
  6. Dapat dipergunakan untuk membuat kompos maupun pupuk cair. Perbandingan MOL dengan air sebesar 1:5.

MOL TAPE

Ternyata tape juga dapat dijadikan pupuk. Tape di sini yang dimaksud adalah gula yang mengalami fermentasi. Cara pembuatannya adalah sebagai berikut:

Bahan :

  1. 1 ons tape singkong
  2. 5 sendok makan gula pasir
  3. 1,5 liter air

Cara membuat :

  1. Campurkan semua bahan di atas, tutup dan diamkan selama 7 hari.
  2. Buka tutupnya setiap hari dan kocok sebentar.
  3. Saring dan dapat di aplikasikan dengan perbandingan 1:8.

Bagaimana? Cukup mudah diaplikasikan bukan? Ayo mulai sekarang jagalah kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan yang di sekitar kita!


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Emeralda Firdausa Wijaya

Graphic Designer - Young Farmer

Leave a Reply

Your email address will not be published.