Tiga Unsur Penting dalam Pemupukan Tanaman Budidaya

Liquified fertilizer / Newsweek

Salah satu kegiatan dalam pemeliharaan tanaman ialah pemupukan. Pemupukan bertujuan untuk mencukupi unsur hara yang diperlukan tanaman. Pada dasarnya pemupukan pada tanaman tahunan atau tanaman semusim sama aplikasinya, yang membedakan dosis atau takaran pupuk. Tanaman muda atau bibit membutuhkan dosis yang lebih sedikit. Begitu pula dengan tanaman tahunan dengan tanaman semusim. Selain itu, cara aplikasi pupuk juga berbeda. Pada tanaman tahunan umumnya dipupuk dengan cara ring placement (mengelilingi tanaman) sedangkan tanaman semusim secara spot placement (satu titik di sebelah tanaman) atau broadcasting (penyebaran).

Pupuk dapat diaplikasikan lewat tanah dan lewat daun. Pupuk lewat tanah dapat berupa pupuk organik maupun anorganik. Contoh pupuk organik yang meliputi pupuk kandang, blotong, bokhasi dan kompos, sedangkan pupuk anorganik yang kerap digunakan petani seperti KCL, NPK, Urea. Pemupukan lewat daun tentunya diaplikasikan lewat daun, biasanya berupa unsur mikro (Mn, Zn, Fe, Cu, Bo, dll) atau unsur makro seperti N dan Mg. Enam belas unsur yang dibutuhkan tanaman ialah C, H, O, N, S, P, K, Ca, Mg, Fe, Zn, Cu, B, Mn, Mo dan Cl. Tanaman menyerap unsur-unsur tersebut dalam bentuk ion.

Nitrogen    

Unsur ini berfungsi pada tanaman dalam perkembangan vegetatif dan memberikan warna hijau pada daun. Unsur N berperan dalam pembelahan sel, perbesaran sel untuk pertumbuhan, pembentukan klorofil untuk fotosintesis tanaman. Akibat dari kekurangan N, daun nampak kekuning-kuningan, apabila kekurangan N terus-menerus dalam jumlah banyak daun bagian bawah menjadi kuning sepenuhnya kemudian gugur, selain itu tanaman menjadi kerdil.

Kita ambil contoh pupuk urea, dalam Urea CO (NH2)2 terdapat Nitrogen (N) sebanyak 45-46%. Sifat pupuk Urea sangat higroskopis, pada kelembaban 73% sudah mulai menarik air dari udara, mudah menguap, mudah mengalami pencucian, karena tidak mengionisasi sehingga tidak cepat terikat oleh koloid tanah. Oleh karena itu penggunaannya harus dibenamkan dalam tanah.

Fosfor

Fosfor (P) berfungsi pada respirasi akar, ketahanan terhadap penyakit. Fosfor merupakan komponen utama penyusun ATP. Akibat kekurangan unsur hara pertumbuhan tanaman terhambat, daun menjadi hijau tua. Pada lembaran dan tangkai daun tampak bagian-bagian mati dan akhirnya daun rontok. Fosfor bergerak dan diretribusikan dari jaringan tua ke jaringan muda. sehingga jika terjadi defisiensi ditunjukkan pertama kali oleh daun-daun tua.

Dalam buku Pengelolaan Budidaya Tanaman Kopi PT. PN XII disebutkan bahwa, unsur Fosfor (P) yaitu P2O5 dalam pupuk SP36 sebanyak 46%. Sifatnya tidak higroskopis 95-98% larut dalam air dan tersedia bagi tanaman, sehingga penyimpanan harus dalam ruang yang kering dan sejuk. Apabila terkena air, unsur akan beraksi membentuk senyawa mono dan di Calcium phosphate yang suasananya sangat masam (pH 1,5).

Kalium

Fungsinya sebagai aktifator berbagai enzim, merangsang pertumbuhan akar, ketahanan terhadap penyakit, sebagai pengimbang terhadap unsur N dan P. Akibat kekurangan unsur hara adalah daun menjadi kuning, di sepanjang tepi daun atau di tengah-tengah lembaran daun terdapat noda-noda jaringan mati, batang tanaman mudah patah.

Unsur (K) pada KCL (Kalium Clorida) kadar K2O sebanyak 50-60%. Sifat KCL adalah sedikit higroskopis dan mudah larut dalam air. Sehingga sebaiknya penyimpanan terpisah dengan Urea dan SP36.

Informasi dari buku Fisiologi Tanaman Budidaya oleh Gardner dkk, Selain ketiga unsur tersebut terdapat banyak unsur lain baik makro atau mikro yang essensial atau sangat dibutuhkan tanaman. seperti belerang (S) yang diserap dalam bentuk SO42- berfungsi membentuk koenzim A, vitamin-vitamin serta asam amino. Defisiensi belerang, tanaman akan kerdil dan daun berubah warna menjadi kuning. Unsur lain yaitu seng (Zn) dalam bentuk Zn2+ penting untuk enzim dalam sintesis triptofan sebagai prekursor IAA atau auksin. Kekurangan Zn menyebabkan ukuran daun kecil dan terjadi pengguguran daun.

Semoga bermanfaat!