Tips Budidaya Sawo untuk Hasil yang Melimpah

Buah sawo / Pixabay

Sawo merupakan salah jenis tanaman buah yang cukup banyak dibudidayakan. Sawo memiliki buah berbentuk bulat lonjong dan berwarna coklat. Ukuran dari buahnya seukuran dengan telur ayam dan memiliki rasa yang manis bila sudah matang. Buah sawo juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena permintaannya yang cukup tinggi di pasaran.

[Baca juga: Mengenal Tanaman Hias Buah untuk Mempercantik Halaman Rumah]

Idealnya pembuahan sawo berlangsung terus-menerus sepanjang tahun. Namun tidak sedikit orang gagal dalam pembudidayaan sawo ini. Hal tersebut mungkin terjadi karena mereka kurang memperhatikan proses budidayanya. Berikut adalah beberapa tips dan cara agar sawo dapat berbuah dan tumbuh optimal.

Pembibitan

Pembibitan sawo lebih memiliki keuntungan dengan menggunakan metode vegetatif. Sawo bisa diperbanyak dengan cara dicangkok. Dengan cara cangkok akan diperoleh tanaman dengan ukuran relatif pendek yang akan memudahkan proses perawatannya. Selain itu sawo akan cepat berbuah dan memiliki kepastian sifat genetik yang sama dengan induknya. Jadi bisa dipilih dulu induk yang berkualitas bagus dan sesuai keinginan.

Pemupukan

Sebelum melakukan pemupukan alangkah baiknya tempat tanam selalu dibersihkan dari gulma untuk mengoptimalkan pertumbuhan. Pemupukan bisa dilakukan pada 3 fase yang masing-masing perlakuannya berbeda.

  1. Fase adaptif, yaitu pada tanaman yang berumur 0-3 tahun. Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang dengan dosis sekitar 5-10 kg pada tiap tanaman.
  2. Fase vegetatif, yaitu pada tanaman yang berumur 4-7 tahun. Pemupukan dilakukan dengan urea 3,5 kg, SP-36 1,5 kg, dan KCl 1 kg. Pemupukan dilakukan 4 kali dalam setahun.
  3. Fase reproduktif 1, yaitu pada tanaman yang berumur 8-14 tahun. Pemupukan dilakukan dengan urea 5 kg, SP-36 2 kg, KCl 1,5 kg, dan 5-10 kg pupuk kandang. Pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun.
  4. Fase reproduktif 2, yaitu pada tanaman yang berumur lebih dari 15 tahun. Pemupukan dilakukan dengan urea 7 kg, SP-36 3 kg, KCl 2 kg, dan 20-30 kg pupuk kandang. Pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun.

Pemangkasan

Pemangkasan bertujuan untuk mengurangi naungan atau tinggi tanaman. Pemangkasan juga dilakukan agar serangan hama dan penyakit bisa diminimalkan. Pemangkasan dilakukan jika tanaman sudah cukup tinggi, yaitu sudah mencapai 100-160 cm dan tanaman bisa dipangkas menjadi 75-150 cm. Setelah tunas pada cabang tumbuh kembali maka bisa dilakukan pemangkasan lagi hingga tanaman menjadi 25-40 cm. Pemangkasan sebaiknya dilakukan saat musim hujan.

Penjarangan Buah

Penjarangan dilakukan agar buah sawo yang dihasilkan berkualitas bagus. Penjarangan dilakukan dengan mengurangi buah dalam pohon sehingga buah akan lebih tumbuh optimal. Buah yang dijarang bisa buah yang berkualitas paling buruk, misalkan buahnya berukuran paling kecil atau cacat.

Pemanenan

Buah sawo dapat dipanen jika seudah menunjukan ciri fisiologis seperti daging buah sudah lembek, ketika dipetik mudah lepas dari tangkai, dan ukurannya sudah mencapai mekasimal. Hindari pemetikan buah yang masih muda karena akan memerlukan waktu lama untuk pematangannya dan rasanya pun akan tidak semanis jika buah matang di pohon. Biasanya sawo dapat berproduksi setelah usia 3-5 tahun.

 

Sumber: cybex pertanian