Tips Budidaya Sayur untuk Keuntungan yang Lebih Tinggi

Tanaman sayuran merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan dimana saja baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah. Tanaman sayuran juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dengan masa panen yang cepat, petani sayuran bisa cepat mendapat keuntungan setiap harinya. Perawatannya pun mudah dan tidak banyak mengeluarkan biaya. Tanaman sayuran dapat ditanam baik dalam pot atau polybag maupun di lahan secara langsung.  Tanaman sayuran yang ditanam di polybag maupun di lahan memiliki perlakuan yang berbeda terutama saat persiapan tanam. Berikut tips bagaimana membudidayakan tanaman sayuran agar menguntungkan :

  1. Persiapan Tanam

Pada saat persiapan tanam, hal yang perlu diperhatikan yaitu pembibitan. Untuk mendapatkan hasil yang baik, benih yang ditanam harus merupakan benih yang berkualitas. Benih sayuran ini bisa didapat di took-toko pertanian terdekat. Sebelumnya, siapkan media tanam dengan mencampurkan tanah dengan pupuk kompos dan diletakkan di wadah yang lebar.  Pembibitan dilakukan dengan menyemaikan benih di media tanam yang sudah disiapkan lalu dijaga kelembabannya dengan cara disiram secara rutin setiap harinya. Kemudian tunggu hingga daun muncul 3-4 helai sehingga siap untuk ditanam.

  1. Persiapan lahan

Jika tanaman sayuran akan ditanam di lahan maka perlu dilakukan persiapan lahan dengan baik. Hal yang pertama dan penting dilakukan yaitu pembajakan tanah dan melakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk kandang agar tanah menjadi subur. Jika anda menginginkan sayuran yang organik maka hindarilah penggunaan pupuk kimia. Setelah itu, tanah dibuat bedengan dengan tinggi sekitar 30 cm dengan lebar sekitar 80 cm-1 m. jarak antar bedengan diusahakan jangan terlalu sempit. Setelah itu bibit yang sudah ditumbuhkan siap ditanam.

  1. Perawatan

Perawatan tanaman sayuran terbilang mudah. Pada intinya, perawatan atau pemeliharaan tanaman sayuran antara lain penyiangan, pemupukan, serta pengendalian hama.

  • Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan gulma atau tumbuhan lain yang dapat mengganggu tanaman sayuran sehingga tidak terjadi kompetisi dalam penyerapan nutrisi dalam tanaman. Penyiangan lebih baik dilakukan secara manual, yaitu mencabut atau menghilangkan dengan tangan. Hal tersebut juga bertujuan untuk mencegah rusaknya tanaman sayuran. Selain itu juga agar petani dapat mengecek secara langsung tanaman sayuran yang dibudidayakan.
  • Pemupukan penting dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah dan memberikan tambahan unsur hara bagi tanaman. Pemupukan dilakukan dengan disemprotkan menggunakan pupuk organik cair atau POC. Pupuk ini bisa dibuat sendiri dengan memanfaatkan limbah organik yang diletakkan disebuah wadah tertutup dengan sedikit lubang untuk keluar masuknya lalat kemudian didiamkan sekitar 3-4 minggu. Pupuk dibuat sendiri selain untuk menghemat biaya produksi juga untuk menghindari bahan-bahan kimia yang terkandung dalam pupuk.
  • Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dilakukan untuk mengurangi kerugian yang diakibatkan serangan organisme ini. Pengendalian terhadap OPT sangat penting dilakukan mengingat tanaman sayuran ini sangat rentan terhadap serangan OPT. organisme yang kerap mengganggu seperti belalang ataupun ulat. Pengendalian terhadap OPT dapat dilakukan dengan cara manual atau dengan menggunakan musuh alami. Pengendalian secara manual bisa dengan penangkapan secara langsung, sedangkan pengendalian dengan musuh alami bisa menggunakan tanaman pemikat hama yang ditanam disekitar lahan atau sering disebut tanaman refugia. Tanaman refugia adalah tanaman berbunga seperti bunga matahari, kenikir, tapak dara, dan lain-lain yang akan mengeluarkan nektar agar menarik hama untuk datang dan tidak mengganggu tanaman budidaya.
  1. Pemanenan

Tanaman sayuran memiliki masa panen yang berbeda-beda namun relatif singkat. Bisaanya tanaman sayuran dapat dipanen pada 20-30 hari tergantung jenis tanamannya. Jika tanaman tersebut termasuk sayuran petik maka dalam perawatan 1-2 minggu tanaman sudah bisa dipanen lagi begitu seterusnya hingga tanaman tidak bisa berproduksi lagi. Pada intinya kita harus memperhatikan kapan sayuran siap untuk dipanen dan jangan memanen diluar masa panen.

Pada intinya, budidaya tanaman sayuran memiliki tingkat potensi yang tinggi bagi petani yang akan menjalankan usahataninya. Selain mudah dalam budidayanya, tanaman sayuran juga dapat menghasilkan keuntungan yang relatif besar. Jadi masih ragu untuk menjalankan usahatani tanaman sayur?


Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Arinda Dwi Yonida

Editor - Mahasiswa Agribisnis UGM - arinda@farming.id.