Tips dalam Budidaya Buah Naga (Dragon Fruit)

Buah naga menjadi salah satu komoditas hortikultura terkenal belakangan ini. Buah naga dipilih karena memiliki banyak manfaat, seperti membantu menjaga kesehatan tubuh karena memiliki antioksidan tinggi dan bisa untuk perawatan kecantikan secara alami. Budidaya buah naga di Indonesia bisa membuat perekonomian petani meningkat pesat. Hal ini karena penerapan sistem budidaya yang tidak terlalu sulit dan produknya memiliki harga jual yang cukup menjanjikan.

Budidaya buah naga bisa dilakukan siapa saja dan dengan berbagai cara. Namun perlu diperhatikan beberapa hal berikut agar buah naga mampu berproduksi lebih optimal.

Syarat tumbuh

  • Tumbuh optimal di daerah tropis
  • Ketinggian tempat antara 0-350 mdpl
  • Curah hujan sekitar 720 mm/tahun
  • Suhu antara 260C-360C
  • Mh tanah antara 6,5-7,5
  • Struktur tanah gembur atau lempung berpasir

Persiapan Bibit

  • Gunakan cara vegetatif untuk perbanyakan, selain lebih mudah, hasil yang didapatkan akan sama dengan sifat indukan, jadi pilihlah indukan yang paling berkualitas.
  • Setelah bagian stek dipotong berbentuk runcing, jangan langsung ditanam, namun diberi fungisida terlebih dulu dan getah dikeringkan agar tanaman tidak mudah busuk.
  • Pembibitan sebaiknya dilakukan di polibag.

Persiapan Lahan

  • Pastikan lahan yang akan digunakan bersih dari gulma dan rata.
  • Komposisi media tanam bisa dibuat dengan pasir, tanah, pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan 2 : 1 : 3 : 1.

Pembuatan Tiang Panjat

  • Disarankan dibuat secara permanen agar lebih kuat menopang berat tumbuh buah naga.
  • Jarak tanam ideal 2 m x 2,5 m.
  • Di antara barisan tiang dibuat saluran drainase sedalam 25 cm untuk pengairan.

Pembuatan Lubang Tanam

  • Lubang tanam dibuat di sekeliling tiang panjat sedalam 30 cm dan diberikan pupuk kandang sebanyak 15 kg.
  • Pastikan pupuk yang digunakan sudah matang agar tidak merusak akar tumbuhan.

Pemeliharaan

  • Penyiangan untuk mengendalikan gulma untuk mengurangi kompetisi unsur hara.
  • Perambatan harus dilakukan sekitar 1 tahun, bisa diikat dengan tali.
  • Penyiraman lebih banyak dilakukan pada 3 bulan pertama, selanjutnya bisa menerapkan irigasi tetes. Penyiraman dikurangi sampai dihentikan saat tanaman sudah mulai berbunga untuk mengurangi tumbuhnya tunas dan buah bisa tumbuh maksimal. Penyiraman cukup dilakukan pada saluran drainase yang sudah dibuat.
  • Pemupukan bisa disesuaikan kebutuhan tanaman, pada awal penanaman diperbanyak unsur N untuk membantu pertumbuhan tunas, sedangkan sesudah berbunga diperbanyak unsur P dan K agar cepat berbuah. Untuk mengurangi bunga busuk atau gugur bisa diberikan KNO3.
  • Pemangkasan dilakukan 3 jenis, yaitu pemangkasan batang pokok untuk mendapatkan batang pokok buah naga yang kuat dan sehat, pemangkasan cabang produksi untuk menyeleksi calon cabang produksi dengan menyisakan 3-4 tunas, dan pemangkasan peremajaan yang dilakukan ketika cabang produksi sudah tidak efektif lagi yang biasanya setelah 3-4 kali berbuah.

Panen

  • Panen harus dilakukan di waktu yang tepat.
  • Buah yang sudah matang dicirikan dengan kulit buah sudah berwarna merah mengkilap dan jumbai di sekeliling buah telah berwarna agak kemerahan.

Baca Artikel Lainnya:

Post Author: Arinda Dwi Yonida

Editor - Mahasiswa Agribisnis UGM - arinda@farming.id.