Tips dan Keuntungan Budidaya Pepaya California

Pepaya terlaris yang banyak digemari di pasar Indonesia

Pohon pepaya california / Litbang Pertanian

Pepaya california merupakan salah satu jenis pepaya yang yang berasal dari daerah Amerika. Popularitas dari jenis pepaya ini semakin meningkat. Saat ini banyak petani Indonesia yang membudidayakan pepaya california dalam skala besar. Permintaan pasar atas pepaya california juga semakin meningkat. Banyak kelebihan pepaya ini dibanding dengan jenis pepaya yang lain sehingga masyarakat semakin menyukai produk ini. Masyarakat sudah menyadari jika pepaya california memiliki daging buah yang tebal, rasa yang manis, dan memiliki daya simpan yang lebih lama.

Budidaya pepaya california menjadi sangat potensial dan memiliki prospek bisnis yang menjanjikan saat ini. Jika dibandingkan dengan pepaya lain, pepaya california ini memiliki produktivitas yang tinggi dan lebih cepat berbuah. Selain itu pepaya ini memiliki sifat kemampuan toleran terhadap iklim dan cuaca. Tempat tumbuh yang digunakan juga tidak perlu mendapat perlakuan khusus, pepaya ini mampu tumbuh di jenis tanah apapun, selama nutrisi masih bisa terpenuhi.

Pepaya california mampu tumbuh baik di dataran rendah sampai dataran tinggi dan tidak memiliki syarat tumbuh khusus. Waktu penanaman juga bisa dilakukan di musim penghujan maupun musim kemarau karena sifat toleran yang dimiliki sangat tinggi. Namun untuk lebih mengoptimalkan hasil yang ada, dalam budidaya pepaya california dapat dilakukan beberapa tips berikut.

  • Ditanam di tanah gembur yang kaya humus dan sedikit pasir
  • Ketinggian tempat sekitar 700 m dpl
  • Suhu udara antara 250C-300C
  • Curah hujan antara 1000-2000 mm/tahun
  • pH optimal tanah netral
  • Drainase yang baik, lahan berair tetapi tidak becek

Pembibitan

  • Pembibitan dilakukan secara generatif dengan menggunakan biji yang diambil dari buah yang sudah benar-benar masak yang berasal dari pohon yang berkualitas paling baik.

Penyemaian Benih

  • Penyemaian benih jangan langsung di lahan, lebih baik di polybag.
  • Benih diusahakan terbenah 1 cm di dalam media tanam.
  • Penyemaian dilakukan selama 3 bulan dan bibit siap dipindahkan.

Persiapan Lahan

  • Dibuat bedengan di setiap baris tanaman.
  • Jarak tanam antar bedengan 60 cm dengan drainase di antaranya.
  • Jarak tanam ideal 2 m x 2,5 m

Pemupukan Dasar

  • Pemupukan dasar penting dilakukan untuk ketersediaan hara bagi bibit yang baru dipindah ke lahan.
  • Pupuk dasar sebaiknya menggunakan pupuk kandang.

Penanaman

  • Penanaman dilakukan seminggu setelah pemberian pupuk dasar.
  • Penanaman bibit dilakukan di lubang yang sudah dibuat.

Penjarangan

  • Penjarangan penting dilakukan untuk memperoleh tanaman betina di samping beberapa beberapa pohon jantan.
  • Penjarangan dilakukan sesudah tanaman berumur 3 bulan atau sudah berbunga.

Pemeliharaan

  • Penyiangan, penting untuk mengendalikan gulma agar tingkat kompetisi hara tanah berkurang. Penyiangan bisa dilakukan dengan
  • Pemupukan, pepaya jenis membutuhkan pupuk yang banyak, terutama pupuk organik.
  • Pengairan, pengairan penting dilakukan namun jangan sampai lahan tergenang karena bisa menyebabkan pembusukan pada tanaman. Diusahakan tanah selalu dalam kondisi lapang.
  • Pemangkasan, dilakukan untuk memacu hormon pertumbuhan dan pembentukan bunga dan buah. Pemangkasan juga bisa dilakukan agar pohon bisa pendek, kokoh, dan kuat dari rebah batang.

Pengendalian Hama dan Penyakit

  • Pengendalian bisa dilakukan dengan mengantisipasi kedatangan hama dan penyakit, dengan menanam refugia di sekeliling lahan.
  • Usahakan pohon pepaya mendapat penyinaran penuh matahari untuk menjaga kelembaban sehingga hama dan penyakit bisa tertekan.

Panen dan Pascapanen

  • Pemanenan harus di waktu yang tepat.
  • Pemanenan dilakukan setelah warna kulit buah mulai menguning.
  • Usahakan buah tidak jatuh/teruka karena bisa mengurangi nilai jual.
  • Periode panen bisa dilakukan setiap 10 hari sekali.