Tips dan Keuntungan Budidaya Tomat untuk Hasil yang Melimpah

Tomat / Pixabay

Tanaman tomat merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang bernilai tinggi. Tomat berasal dari keluarga tumbuhan Solanaceae yang berasal dari benua Amerika. Tomat merupakan tumbuhan yang mempunyai siklus hidup singkat. Tinggi tanaman dapat mencapai 1 sampai 3 meter. Tomat ini merupakan keluarga dekat dari kentang yang memiliki sejuta manfaat.

Tomat bukan hal yang asing di telinga masyarakat. Tanaman ini sangat berpotensi sebagai bahan konsumsi sayuran dan buah, serta bisa digunakan sebagai bahan dasar kosmetik dan obat-obatan. Tomat sudah dikenal masyarakat mengandung banyak vitamin C yang berguna untuk regenerasi sel. Mengonsumsi tomat juga dikenal dapat mencegah penyakit jantung, mengobati sariawan, dan memperlancar pencernaan. Hal ini yang menyebabkan masyarakat terus mengonsumsi tomat dan permintaan menjadi tinggi di pasaran.

Budidaya tomat bisa jadi usaha yang menjanjikan jika dilakukan dengan benar dan tepat.  Untuk itu cara budidaya tomat perlu diperhatikan sehingga mampu meningkat produktivitasnya. Untuk budidaya tomat sebenarnya cukup mudah dan dapat dilakukan berbagai cara, dari mulai menanam di polybag sampai dengan menanam langsung di lahan. Namun dapat diperhatikan beberapa cara dan tips berikut untuk memulai budidaya tomat yang akan menghasilkan produk yang melimpah.

Syarat tumbuh optimal tanaman tomat :

  • Kondisi tanah gembur, liat sedikit berpasir, dan subur
  • pH tanah antara 5-6
  • Curah hujan 750-1250 mm/tahun
  • Kelembaban udara sekitar 25%

Tomat membutuhkan unsur hara yang cukup banyak sehingga harus ditanam di tanah yang subur. Tanaman tomat tidak dapat berkembang dengan optimal jua curah hujan terlalu tinggi karena bisa menyebabkan persarian terhambat. Tomat membutuhkan kelembaban yang tinggi untuk pertumbuhan tanaman muda karena akan membantu asimilasi CO2 menjadi lebih baik karena stomata yang terbuka akan lebih banyak. Namun harus lebih diperhatikan serangan hama dan penyakit tumbuhannya karena dalam kondisi lembab hama dan penyakit tersebut dapat meningkatkan intensitas serangannya.

Pemilihan Benih

  • Pastikan benih yang dipakai memiliki kualitas terbaik dan sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada, seperti lahan dan iklim.
  • Disarankan menggunakan benih hibrida yang sudah terbukti memiliki produktivitas lebih tinggi.

Penyemaian Benih

  • Tidak disarankan dilakukan di lahan, melainkan menggunakan polybag dengan media tanam tanah dan pupuk dengan perbandingan 1 : 1.
  • Perawatan dengan melakukan penyiraman pagi dan sore.

Persiapan Lahan

  • Lahan yang akan digunakan digemburkan dan dibersihkan dari sampah dan gulma.
  • Tanah digenangi dengan air selama kurang lebih 2 minggu untuk menetralkan senyawa beracun di dalam tanah, karena tomat termasuk tanaman yang rentan.
  • Buatlah bedengan untuk menghindari tanaman terendam dengan lebar 40-50 cm.
  • Buatlah saluran parit di antara bedengan sebagai drainase air.
  • Jarak tanam ideal tomat adalah 50 cm x 60 cm.
  • Disarankan menggunakan sistem tanam tumpang sari untuk menekan serangan hama dan penyakit pada tomat, tumpang sari bisa dengan tanaman hortikultura lainnya.

Penanaman

  • Bibit siap dipindahkan ke lahan setelah memiliki 4-5 helai daun.
  • Disarankan melakukan penanaman di pagi atau sore hari untuk menghindari kekeringan.

Pemeliharaan

  • Penyiraman, dilakukan pagi dan sore jika hujan tidak mencukupi, diusahakan tanah tidak menggenang dan berada pada kondisi lapang.
  • Penyiangan, dilakukan untuk mengendalikan gulma yang tumbuh dan mempertahankan kondisi bedengan.
  • Penyulaman, dilakukan jika ada bibit yang tidak tumbuh optimal. Penyulaman dilakukan ketika bibit sudah berusia 14 hari di lahan.
  • Pemupukan, dilakukan 2 minggu sekali dengan pupuk organik secukupnya.
  • Pemberian cagak, dilakukan agar tanaman tidak gampang roboh karena batang tomat tergolong lunak dan cukup tinggi. Bisa dari bambu yang ditancapkan di samping tanam.
  • Pemangkasan, dilakukan untuk mengurangi daun, meremajakan tanaman, dan mempercepat pembuahan. Dilakukan dengan memotong cabang yang tumbuh tidak tepat (berlawanan arah), tunas air, dan batang yang terinfeksi penyakit.
  • Pengendalian hama dan penyakit, dilakukan secara intensif karena tomat sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Dilakukan secukupnya dengan pestisida untuk penanganan yang cepat.

Panen

  • Umur panen tomat tergantung jenis yang dipakai, namun harus dilakukan pada waktu yang tepat.
  • Tomat siap panen jika buah sudah berubah warna menjadi oranye.
  • Panen dilakukan bertahap karena biasanya pematangan buah tidak serentak.