Usaha Cara Penangkapan Lobster untuk Meminimalkan Risiko Kematian

Penangkapan lobster menggunakan bubu / worldwildlife.org

Kita ketahui bahwa lobster merupakan komoditas perikanan yang banyak diminati konsumen untuk dihidangkan menjadi seafood. Lobster memiliki daging yang lembut dan gurih yang menjadikan komoditas ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi di pasaran. Lobster tidak hanya dipasarkan di pasar domestik, namun udang ini juga laris di pasar internasional. Setiap tahunnya Indonesia dapat mengekspor lobster sebanyak kurang lebih 6.000 ton lobster. Hal ini menjadi peluang usaha yang cukup besar untuk usaha penangkapan komoditas ini.

[Baca juga: Cara Budidaya Lobster Hasil Maksimal]

Salah satu kualitas lobster yang menjamin harga akan tetap tinggi di pasaran yaitu lobster masih dalam keadaan hidup. Salah satu alat tangkap yang sering digunakan nelayan dalam usaha penangkapan lobster yaitu bubu. Penggunaan bubu untuk menangkap lobster bertujuan untuk meminimalkan risiko kerusakan dan kematian lobster. Selain itu juga bubu merupakan salah satu alat tradisional yang ramah lingkungan jika benar dalam pengoperasiannya.

Bubu

Umumnya, bubu di Indonesia terbuat dari bambu dengan aneka bentuk. Namun seiring berjalannya teknologi modern, bubu sekarang banyak juga yang terbuat dari besi. Berikut berbagai macam jenis bubu yang dapat dioperasikan untuk penangkapan lobster.

Bubu Bone

Bubu ini biasanya terbuat dari anyaman bambu, rotan, atau kawat besi. Bubu ini berbentuk kotak atau balok yang dilubangi pada salah satu sisinya. Lubang ini akan semakin kecil ke arah dalam.

Bubu Bali

Bubu ini terbuat dari anyaman bambu. Terdapat dua bagian yaitu bagian dalam dan bagian luar. Pada bagian dalam bubu ini berbentuk kerucut yang bertemu pada bagian ujungnya. Sedangkan pada bagian luar bubu ini berupa silinder menyerupai pagar. Bubu ini memiliki dua mulut berbentuk oval atau bulat yang dipasang pada kedua sisinya.

Bubu Beehive Pot

Bubu ini disebut juga bubu laba – laba karena menyerupai sarang laba – laba. Bubu ini terbuat dari kawat besi yang dibalut dengan anyaman rotan.

Batter Crayfish

Bubu ini terbuat dari kayu dengan kombinasi bagian atas dan bawah dari plat besi. Bubu ini memiliki bagian mulut dengan bentuk lingkaran memanjang yang dilengkapi pintu pembuka untuk mengambil hasil tangkapan atau memasang umpan.

Bubu Lipat

Bubu ini terbuat dari kawat besi. Bubu ini berbentuk persegi panjang dengan bagian atas berbentuk setengah lingkaran, sedangkan bagian bawahnya sedikit melengkung. Bubu ini memiliki dua sisi pendek yang dilengkapi dengan mulut. Apabila tidak sedang dioperasikan, alat tangkap ini dapat praktis disimpan dengan dilipat.

Pengaplikasian Bubu

Berdasarkan skala usaha, terdapat dua sistem yang dapat digunakan dalam pengoperasian penangkapan lobster yaitu sistem tunggal (single trap) dan sistem berangkai (long line traps).  Sistem tunggal merupakan cara pengoperasian alat tangkap dengan menggunakan satu buah alat tangkap tiap satu kali pemasangan. Sedangkan untuk sistem berangkai menggunakan alat tangkap lebih dari satu per satu kali pemasangan.

Pada usaha penangkapan lobster dalam jumlah besar bisa menggunakan sistem berangkai. Sistem ini menggabungkan beberapa bubu dengan menggunakan tali yang menyambungkan satu bubu dengan bubu yang lain serta dilengkapi dengan jangkar dan pelampung. Bubu dirangkai berderet yang mana setiap satu deret terdiri atas 4-5 buah bubu.

Bubu dapat dipasang di perairan setiap saat yang kemudian dibiarkan selama 2-3 hari baru kemudian diangkat. Pengangkatan bubu sebaiknya dilakukan pada siang hari agar lebih mudah dalam visualisasi.  Setelah bubu diangkat dan diperoleh hasil tangkapan, lobster yang diperoleh harus dipertahankan untuk hidup. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menyimpan dalam bak penampung yang kualitas airnya disesuaikan dengan kondisi lingkungan alaminya, serta dapat dilakukan pembiusan menggunakan air es suhu rendah.