Vertical Garden, Solusi untuk Hunian dengan Lahan Terbatas agar Tetap Asri

Vertical garden / Plantsonwalls

Hunian untuk wilayah perkotaan saat ini berbentuk minimalis, memiliki desain yang menarik, ruang-ruang yang fungsinya efisien dan lahan terbuka yang terbatas. Penghuni tentu menginginkan unsur asri di dalam huniannya, namun tidak memiliki cukup lahan untuk taman sebagai lahan terbuka hijau. Solusi untuk permasalahan tersebut adalah beralih ke taman secara vertikal atau lebih sering disebbut Vertical garden.

Vertical garden adalah taman yang didesain secara vertikal atau disusun keatas, dengan menerapkan budidaya tanaman secara vertikal pula. Budidaya tanaman seperti ini kerap disebut verticulture. Bahan-bahan yang digunakan cukup beragam. Verticulture dapat dibuat dari bambu, kayu, paralon, barang bekas atau flora felt.

Kantung gantung untuk tanaman / Bebeja

Flora felt yaitu kantung gantung untuk tanaman menjadi alternatif yang mudah diaplikasikan. Kantung tersebut dapat digantung pada dinding, kayu atau space yang diinginkan. Penggunaannya simple.  Media tanam seperti tanah dan pupuk  cukup ditata di dalam kantung-kantung dengan ukuran dan jumlah kantung yang bervariatif.

Jenis tanaman yang dapat dibudidayakan adalah tanaman hias maupun tanaman sayur. Tanaman hias bunga, daun, batang, baik yang merambat atau tegak dapat ditanam sesuai dengan selera, sehingga terlihat artistik. Tanaman hias yang dapat digunakan seperti lili paris, geranium atau sri rejeki, sedangkan untuk tanaman sayur seperti selada bayam atau sawi. Tentunya pilih tanaman dengan ukuran yang sesuai dengan kantung gantung agar kantung dapat menyanggah selama pertumbuhan tanaman.

Selain menggunakan kantung gantung atau flora felt, ada bahan lain yang bisa difungsikan yaitu barang bekas seperti botol plastik

Verticulture / Thisiscolossal

Pilih botol plastik yang bahannya cukup tebal,  kemudian buka bagian tengah botol menggunakan cutter atau gunting dengan lebar menyesuaikan ukuran botol. Pada bagian bawah botol diberi lubang untuk keluarnya air saat penyiraman. Kaitkan ujung botol menggunakan kawat atau tali tambang, setelah itu tata di dinding atau tempat lain sehingga membentuk susunan yang menarik. Dinding atau tempat yang diinginkan sebaiknya mendapat paparan cahaya untuk keberlangsungan proses fotosintesis tanaman. Untuk mempercantik tampilan, berilah warna-warni cat pada botol sesuai selera.

Verticulture / Thisiscolossal

Media tanam seperti tanah dan pupuk dasar dapat dicampur rata, kemudian diisi ke dalam botol hingga setengah permukaan botol. Bahan tanam dapat berasal dari benih maupun bibit. Untuk tanaman sayur yang lebih rentan, dapat kita lakukan persemaian dan pembibitan tertentu di wadah yang terpisah. Setelah bibit cukup besar, dapat dipindahtanamkan ke botol atau kantung gantung. Agar pertumbuhan tanaman optimal, satu botol cuku ditanami satu tanaman.

Setelah mempersiapkan bahan tanam, media tanam dan tempat untuk bertanam, dilakukan pemeliharaan tanaman. Lakukan penyiraman secara rutin, dijaga agar tanah tidak kering. Agar seluruh tanaman verticulture dapat tersiram seluruhnya, bisa digunakan metode drip irrigation yaitu irigasi tetes dengan sistem otomatis, dapat pula menggunakan sprinkle. Berikan pupuk seperti pupuk cair maupun padat dengan nutrisi yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman.  Pada fase vegetatif tanaman memerlukan nitrogren yang tinggi , sedangkan pada fase generatif unsur fosfor lebih banyak dibutuhkan (BBPP Lembang).

Penyiangan atau pembersihan media tanam dari gulma atau rumput sangat penting, agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman budidaya. Selanjutnnya, pengendalian organisme penggangu tanaman seperti hama juga tidak kalah penting. Pengendalian dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan atau alat bantu atau jika populasi hama berlebih dapat menggunakan pestisida dengan dosis rendah.

Mudah bukan? Yuk, aplikasikan di hunian anda !.